Konten dari Pengguna

Bansos Transfer Tunai Bakal Diterapkan, Ini Bocorannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas bansos transfer tunai. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas bansos transfer tunai. Foto: Pexels

Memahami skema bansos transfer tunai kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan Portal Perlinsos (Perlindungan Sosial) Digital yang bakal diluncurkan pemerintah untuk memperbarui sistem penyaluran bantuan sosial (bansos).

Perubahan mekanisme bantuan ini tentunya menarik perhatian publik yang ingin mengetahui bagaimana proses distribusi bantuan akan berlangsung. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memantau informasi resmi agar mendapatkan pemahaman terkait kebijakan baru tersebut.

Skema Bansos Transfer Tunai

Ilustrasi memahami skema bansos transfer tunai. Foto: Pexels

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Portal Perlinsos Digital bakal diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 10 November 2026.

Dengan menerapkan program digitalisasi perlinsos ini, pemerintah bakal merombak pola pembagian bantuan dengan mendahulukan penyerahan uang tunai atau cash transfer kepada warga yang berhak menerima.

“Jadi, pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada (dalam bentuk) produk lagi,” kata Luhut di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026, seperti dikutip dari kumparanBISNIS.

Menurut dia, penerapan sistem digital perlinsos diharapkan mampu menjamin bantuan negara sampai ke tangan warga yang sungguh-sungguh berhak. Melalui cara tersebut, pembagian bansos dapat menjadi lebih akurat mengenai sasaran.

Kapan Bansos Transfer Tunai?

Sebelumnya, Ketua DEN menyampaikan pemerintah bakal mulai mempraktikkan transfer uang bansos pada tiga bulan pertama tahun 2027. Menurut dia, pemerintah kini masih membenahi data dan membidik seluruh tahapan bisa dituntaskan sampai akhir tahun.

Dia menerangkan, penyaluran bansos secara langsung melalui rekening bank menjadi bagian dari digitalisasi perlinsos. Sebelum diterapkan, pemerintah bakal mengoptimalkan sisa waktu tahun 2026 guna mengolah data penerima supaya makin tepat sasaran.

“Kalau didistribusikan, kita uji coba nanti pada kuartal I tahun depan. Jadi, tahun ini kita menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib,” ucap Luhut yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), di Kantor DEN, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Luhut menyebut Presiden telah memberikan instruksi supaya warga penerima bansos mempunyai rekening bank. Pemerintah membidik kira-kira 50 juta warga pada kelompok tingkat kesejahteraan (desil) 1 sampai 4 menjadi penerima manfaat dalam skema tersebut.

Satu KPM Berpotensi Dapat Rp5,4 Juta

Pada kesempatan lain, Luhut menyampaikan pemerintah masih mengkalkulasi mengenai jumlah uang tunai yang bakal diterima oleh tiap keluarga penerima manfaat (KPM). Saat ini, perkiraan awal bansos berada pada kisaran Rp5,4 juta untuk tiap keluarga.

Dia menyatakan besaran bantuan itu berpeluang bertambah jika pemerintah sukses mendapatkan efisiensi anggaran dari penggunaan Government Technology (GovTech). Menurut dia, berkat efisiensi ini, dana yang dapat disimpan bisa menyentuh Rp1.200 triliun.

Di samping itu, Luhut menyebut peluang efisiensi dari sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tetap akan masuk dalam perhitungan.

“Ya, Presiden kalau lihat pundi-pundinya banyak. Dia mau tambah (bantuan) kepada rakyat. Itu kan haknya beliau. Itu kan undang-undang melindungi,” ujar Luhut ketika dijumpai di sela-sela acara IA-Del Connect 2026 di Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.

Baca Juga: Cara Dapat Bansos Beras dari Kopdes Merah Putih, Syarat, dan Jadwalnya

(MDP)