Feeder LRT Harjamukti-Mekarsari, Cek Rute dan Perkembangan Proyek

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengembangan transportasi massal terintegrasi di wilayah Jabodetabek terus dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap moda transportasi umum modern.
Salah satu rencana yang tengah dikembangkan adalah kereta gantung sebagai feeder LRT Harjamukti-Mekarsari.
Proyek tersebut kini memasuki tahap piloting setelah menyelesaikan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Nantinya, moda ini akan menghubungkan kawasan Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, dengan Stasiun LRT Harjamukti di Depok.
Kehadiran feeder ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antara kawasan sekitar dengan jaringan transportasi massal lainnya. Selain itu, rute tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat dari kawasan permukiman ke berbagai pusat kegiatan.
Perkembangan Pembangunan LRT Harjamukti Mekarsari
Dikutip dari laman Instagram Unitsky Nusantara, @unitsky_nusantara, proses studi kelayakan proyek pembangunan feeder berupa kereta gantung dari Stasiun LRT Harjamukti menuju kawasan Mekarsari telah dimulai sejak 9 Oktober 2025.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Minsky melaksanakan kick off meeting sekaligus penandatanganan Surat Komitmen untuk pelaksanaan Feasibility Study (FS).
Kemudian pada 13 Mei 2026, PT Minsky Cakrawala Nusa (MCN) resmi menyampaikan dokumen laporan akhir FS proyek Elevated Light Rail Transport (ELRT) Feeder LRT Harjamukti-Mekarsari kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Berikut informasi selengkapnya mengenai proyek.
1. Fungsi Utama
Pada tahap awal, kereta gantung akan diuji coba dari Stasiun LRT TMII menuju area parkir TMII. Moda ini diharapkan menjadi penghubung bagi penumpang LRT yang ingin melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata tersebut.
Selain mendukung mobilitas pengunjung, pengembangan feeder ini memiliki manfaat strategis dalam mengurangi kemacetan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap transportasi massal seperti LRT Jabodebek dan Transjakarta.
2. Panjang Jalur
Panjang lintasan rute dirancang sekitar 11,5 kilometer. Pengembangan ini diharapkan menghadirkan moda transportasi feeder yang cepat, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus menghubungkan kawasan Mekarsari dan Cileungsi dengan simpul utama di Stasiun LRT Harjamukti.
Adapun rencana trase awal mencakup dua rute, yaitu Cileungsi menuju Stasiun LRT Harjamukti sepanjang 11,5 kilometer serta TMII Pintu 3 menuju Stasiun LRT TMII sepanjang 2 kilometer.
3. Pembiayaan
Skema investasi proyek ini menggunakan 100 persen pembiayaan swasta. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan infrastruktur transportasi nasional tanpa bergantung pada APBN maupun APBD. Rencana tersebut diinisiasi oleh berbagai pihak, di antaranya:
PT Minsky Cakrawala Nusa (MCN) sebagai pemrakarsa proyek.
Malcon Group sebagai mitra project management consultant (PMC).
Unitsky Nusantara Technologies sebagai penyedia teknologi Suspended String Light Rail Transport (SSLRT) berbasis teknologi String Unitsky (UST).
Baca Juga: MRT Cikarang Balaraja Segera Dibangun, Ini Perkembangan Terbarunya
(SA)
