Konten dari Pengguna

Hasil Pengumuman MSCI Agustus 2026, Dua Saham Indonesia Keluar dari Indeks

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan hasil peninjauan indeks kuartalan atau August 2026 Index Review pada 12 Agustus 2026 di Jeneva, yang setara dini hari 13 Agustus 2026 waktu Indonesia.

Lantas, bagaimana hasil pengumuman MSCI Agustus 2026 untuk pasar saham Indonesia? Simak uraian ini hingga tuntas guna mengetahui informasi lengkapnya.

Hasil Pengumuman MSCI Agustus 2026 untuk Indonesia

Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Berdasarkan hasil pengumuman MSCI Agustus 2026, terdapat 55 saham yang ditambahkan dan 92 saham yang dikeluarkan dari MSCI ACWI dalam kategori Global Standard Indexes.

Sementara untuk pasar saham Indonesia, tidak terdapat saham baru yang ditambahkan ke MSCI Indonesia Index pada review kali ini. Sebaliknya, dua saham Indonesia justru harus tersingkir.

Dua saham Indonesia yang didepak dari MSCI Global Standard Index yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Dengan demikian, tidak ada saham Indonesia yang menjadi konstituen baru MSCI Global Standard Indexes melalui review Agustus 2026.

Seluruh perubahan hasil pengkajian ini akan diterapkan pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan efektif berlaku mulai 1 September 2026.

Saham Indonesia yang Didepak dari MSCI Agustus 2026

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Perubahan lebih besar pun terjadi pada MSCI Global Small Cap Index. Satu saham masuk ke kategori ini, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), setelah berpindah dari indeks utama.

Di sisi lain, sembilan saham dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index, yaitu:

  • PT Bank Jago Tbk (ARTO)

  • PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)

  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)

  • PT MD Entertainment Tbk (FILM)

  • PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)

  • PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)

  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)

  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

Adapun pada MSCI Micro Cap Indexes, tidak terdapat perubahan konstituen saham Indonesia dalam review kali ini.

Kenapa Tidak Ada Saham Indonesia yang Masuk MSCI Agustus 2026?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada awal perdagangan Senin (2/2). Pada 17 menit awal setelah pembukaan, IHSG sempat anjlok 5,03 persen atau 418,75 poin ke level 7.910,85. Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Tidak adanya saham Indonesia yang ditambahkan pada review kali ini berkaitan dengan perlakuan khusus MSCI terhadap pasar Indonesia.

Sebelumnya, MSCI mengeluarkan pengumuman pada 6 Juli 2026 mengenai perlakuan terhadap sekuritas Indonesia dalam MSCI Global Investable Market Indexes (GIMI).

Untuk August 2026 Index Review, MSCI mempertahankan beberapa kebijakan terhadap saham Indonesia, yaitu:

  • Membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS);

  • Tidak menerapkan penambahan saham baru ke MSCI Investable Market Indexes (IMI); serta

  • Tidak menerapkan perpindahan naik antar-size segment, termasuk dari Small Cap menuju Standard.

Kebijakan tersebut menjelaskan mengapa tidak terdapat addition dari Indonesia dalam hasil Global Standard Indexes Agustus 2026.

MSCI juga menyatakan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai perlakuan terhadap pasar Indonesia sebelum November 2026 Index Review.

Baca juga: Apakah CPNS 2026 Sudah Dibuka? Ini Informasi Resmi dari BKN

(NDA)