Jadwal SBR015 Lengkap, Cek Masa Penawaran hingga Pembayaran Kupon

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, membuka penawaran Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015.
SBR merupakan instrumen investasi bagian dari Surat Berharga Negara (SBN) yang pembayaran pokok dan kuponnya dijamin sepenuhnya oleh pemerintah.
Instrumen ini diperuntukkan bagi perseorangan berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dengan imbalan berupa kupon atau bunga yang dihitung berdasarkan persentase terhadap jumlah pokok utang dalam setahun dan dibayarkan setiap bulan.
Bagi calon investor yang ingin melakukan pemesanan, mengetahui jadwal SBR015 tentu menjadi hal penting. SBR015 diterbitkan dalam dua pilihan tenor, yakni SBR015T2 dengan jangka waktu dua tahun dan SBR015T4 dengan tenor empat tahun.
Jadwal SBR015
Masa penawaran SBR015 dibuka pemerintah mulai 28 September hingga 22 Oktober 2026. Selanjutnya, penetapan hasil penjualan SBR015 dijadwalkan pada 26 Oktober 2026, kemudian setelmen penerbitan dilakukan pada 28 Oktober 2026.
Untuk SBR015 tenor dua tahun, minimum pembelian ditetapkan Rp1 juta dengan maksimum Rp5 miliar. Sementara itu, tenor empat tahun memiliki minimum pembelian Rp1 juta dan maksimum Rp10 miliar.
SBR bersifat non-tradable atau tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Meski demikian, SBR015 menyediakan fasilitas early redemption yang memungkinkan investor memperoleh sebagian pelunasan pokok sebelum jatuh tempo.
Nilai maksimal early redemption untuk kedua seri tersebut ditetapkan sebesar 50 persen dari setiap transaksi pembelian yang dilakukan pada masing-masing Mitra Distribusi. Adapun kupon dibayarkan setiap tanggal 10 hingga jatuh tempo.
Dikutip dari laman DJPPR, berikut rincian lengkap jadwal SBR015:
Pembukaan masa penawaran: 28 September 2026 pukul 09.00 WIB
Penutupan masa penawaran: 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB
Tanggal penetapan hasil penjualan: 26 Oktober 2026
Tanggal setelmen: 28 Oktober 2026
Tanggal jatuh tempo: 10 Oktober 2028 untuk SBR015T2, 10 Oktober 2030 untuk SBR015T4
Pembayaran kupon: tanggal 10 setiap bulan
Pembayaran kupon pertama kali: 10 Desember 2026
Periode early redemption SBR015T2: 27 Oktober 2027 pukul 09.00 WIB hingga 4 November 2027 pukul 15.00 WIB
Periode early redemption SBR015T4: 30 Oktober 2028 pukul 09.00 WIB hingga 6 November 2028 pukul 15.00 WIB
Tanggal setelmen early redemption SBR015T2: 10 November 2027
Tanggal setelmen early redemption SBR015T4: 10 November 2028
Skema Kupon SBR015
SBR015 menawarkan kupon sebesar 6,75 persen per tahun untuk tenor dua tahun dan 6,85 persen per tahun untuk tenor empat tahun.
Kupon tersebut bersifat mengambang dengan skema floating with floor, sehingga perubahan BI Rate menjadi salah satu faktor yang memengaruhi besaran kupon selama masa investasi.
Melalui skema tersebut, besaran kupon SBR disesuaikan dengan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate). Ketika suku bunga acuan naik, kupon dapat ikut meningkat.
Sebaliknya, jika suku bunga turun, kupon SBR tidak akan lebih rendah dari batas minimal yang telah ditetapkan suku bunga yang masih berpotensi mengalami perubahan.
Proses Pemesanan Pembelian SBR015
Pemesanan SBR015 dapat dilakukan secara daring melalui empat tahap, yakni registrasi atau pendaftaran, pemesanan, pembayaran, serta setelmen atau konfirmasi.
Pemesanan disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.
Sebelum melakukan pemesanan, calon investor perlu memahami Memorandum Informasi SBR015T2 dan SBR015T4 yang akan dirilis pada 28 September 2026. Dokumen tersebut dapat diakses melalui tautan www.kemenkeu.go.id/sbr.
Untuk memudahkan proses pemesanan secara elektronik, pemerintah menunjuk 29 Mitra Distribusi yang terdiri atas beberapa lembaga, antara lain:
1. Bank Umum
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Panin Tbk
PT Bank Permata Tbk
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
PT Bank UOB Indonesia
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank SMBC Indonesia Tbk
PT Bank Victoria International Tbk
Standard Chartered Bank Indonesia
2. Perusahaan Efek
PT Ajaib Sekuritas Asia
PT BRI Danareksa Sekuritas
PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas
PT Panin Sekuritas Tbk
PT Phillip Sekuritas Indonesia
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
3. Perusahaan Financial Technology Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)
PT Bareksa Portal Investasi
PT Bibit Tumbuh Bersama
PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)
PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
Baca Juga: BI Rate September 2026, Tetap di Level 5,75 Persen
(SA)
