Konten dari Pengguna

Kenapa Saham IHSG Anjlok? Ini Beberapa Faktor Penyebabnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi saham IHSG. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi saham IHSG. Foto: Pexels

Pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami tekanan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor terhadap arah pergerakan saham ke depan. Lantas, kenapa saham IHSG anjlok?

Sebagai indeks acuan pasar modal Indonesia, pergerakan IHSG tentu menjadi indikator penting untuk mencermati sentimen pasar, baik domestik maupun global. Informasi ini juga dapat menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menentukan keputusan investasi.

Kenapa Saham IHSG Anjlok?

Ilustrasi saham IHSG. Foto: Pexels

Pelemahan IHSG umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sentimen global, pergerakan nilai tukar rupiah, kondisi domestik, hingga fluktuasi harga minyak dunia. Berikut sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG.

1. Kondisi Pasar Global

Sentimen pasar global termasuk faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG. Mengutip kumparanBISNIS, bursa saham Wall Street menunjukkan perbaikan sentimen setelah hasil pemilu sela (midterm election) Amerika Serikat pada Selasa (3/11) memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah politik dan kebijakan pemerintahan selanjutnya.

Partai Demokrat yang berhasil meraih mayoritas kursi di Senat dan House of Representatives dinilai berpotensi membatasi ruang gerak Presiden Donald Trump dalam menjalankan agenda politiknya.

Membaiknya sentimen Wall Street juga berpotensi mendorong kepercayaan investor terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Meski demikian, dampak positif tersebut terhadap pergerakan IHSG diperkirakan masih terbatas.

2. Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah turut menekan pergerakan IHSG. Rupiah tercatat melemah sebesar 0,04 persen ke level Rp18.168 per dolar AS. Kondisi ini mendorong investor menahan aksi beli saham, sehingga minat investasi berpotensi menurun. Jika tekanan jual meningkat, IHSG dapat semakin tertekan.

3. Ketidakpastian di Pasar Domestik

Faktor berikutnya berasal dari kondisi pasar domestik yang menyangkut dinamika politik dalam negeri. Sejumlah perkembangan ini berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor dalam mengambil keputusan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Perubahan aturan pasar modal: Ketidakpastian mengenai standar penilaian MSCI terhadap pasar saham Indonesia dapat memicu kekhawatiran investor

  • Dinamika politik: Munculnya kasus dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri berpotensi meningkatkan persepsi risiko politik serta memunculkan kekhawatiran terhadap tata kelola pemerintahan.

4. Penurunan Harga Minyak Dunia

Pergerakan harga komoditas global, khususnya minyak mentah, juga dapat memberikan pengaruh terhadap sentimen pasar saham Indonesia. Pada Senin (2/11), harga minyak Brent tercatat turun 7,63 persen menjadi USD104,77 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) merosot 7,36 persen ke level USD96,46 per barel.

Penurunan harga minyak tersebut terjadi seiring membaiknya sentimen pasar akibat munculnya harapan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran melalui mediasi Qatar.

Namun, sentimen positif tersebut tidak berlangsung lama. Pada Selasa, harga minyak kembali bergerak naik ke kisaran USD105 per barel setelah muncul laporan mengenai serangan Amerika Serikat di Pulau Qeshm, Iran.

Baca Juga: Dividen ITMG Sebesar USD 74,20 Juta, Ini Jadwal Lengkapnya

(SA)