MRT Cikarang Balaraja Segera Dibangun, Ini Perkembangan Terbarunya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembangunan MRT Cikarang-Balaraja atau koridor Barat-Timur (East-West Line) ditargetkan mulai memasuki tahap groundbreaking pada 2026.
Rute ini dirancang menghubungkan Balaraja, Banten, dengan Cikarang, Jawa Barat, melalui wilayah Jakarta dengan panjang jalur mencapai 84 km.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut proyek tersebut tengah disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah pusat sebagai bagian dari pengembangan konektivitas transportasi. Dalam prosesnya, kedua pihak masih membahas skema pembagian pendanaan untuk pembangunan koridor MRT tersebut.
Kehadiran koridor Barat-Timur diharapkan dapat memperluas jangkauan transportasi massal antara Jakarta dengan wilayah penyangga di sekitarnya. Berikut perkembangan terbaru pembangunan MRT yang perlu diketahui.
Perkembangan Terbaru Pembangunan MRT Cikarang Balaraja
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, proyek pembangunan MRT Jakarta rute Barat-Timur masih dalam tahap persiapan dan diharapkan proses groundbreaking dapat dilakukan Presiden Prabowo Subianto tahun ini.
Pramono menyebut pengembangan MRT Barat-Timur menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas transportasi publik di wilayah Jakarta, termasuk kawasan Jakarta Barat.
“Untuk Jakarta Barat kita akan kembangkan yang dari Barat ke Timur menggunakan MRT tahun ini mudah-mudahan bisa di groundbreaking oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Pramono usai acara peresmian LRT Jakarta di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (15/9) dikutip dari kumparanBISNIS.
Pemprov DKI Jakarta telah membahas rencana pembagian pendanaan proyek tersebut bersama pemerintah pusat. Pembahasan ini mencakup porsi anggaran yang akan ditanggung oleh masing-masing pihak.
Menurut Pramono, pengembangan MRT koridor Barat-Timur akan melanjutkan pengaturan pembangunan MRT Jakarta yang sebelumnya diterapkan pada koridor Utara-Selatan, yang menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI.
“Prinsipnya melanjutkan apa yang sudah diatur di dalam MRT dari Utara ke Selatan,” imbuhnya.
Mengenal MRT Cikarang Balaraja
Keberadaan MRT Cikarang-Balaraja dirancang untuk memperluas jangkauan transportasi massal hingga ke wilayah penyangga Jakarta. Berikut sejumlah informasi yang perlu diketahui mengenai proyek tersebut.
1. Resmi Masuk Daftar PSN
Pemerintah telah menetapkan proyek MRT koridor Barat-Timur sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Status tersebut menempatkan proyek dalam daftar pembangunan yang mendapat prioritas pemerintah pusat.
2. Rute yang Dilewati
Koridor ini dirancang membentang dari Stasiun Balaraja di Kabupaten Tangerang, Banten, hingga Stasiun Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Secara keseluruhan, proyek tersebut memiliki panjang jalur 84 kilometer dengan 48 stasiun dan tiga depo.
3. Manfaat MRT
MRT koridor Barat-Timur akan menghubungkan 3 provinsi, yakni wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Adapun manfaat yang diharapkan dari pembangunan MRT Cikarang-Balaraja meliputi:
Mengurangi kemacetan di Jakarta dengan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Memudahkan mobilitas masyarakat dengan waktu tempuh yang lebih efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.
Mengurangi emisi gas buang seiring berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi sehingga transportasi menjadi lebih ramah lingkungan.
Mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sepanjang jalur Cikarang-Balaraja
Baca Juga: Tarif Uji Coba LRT Kelapa Gading-Manggarai hingga Oktober 2026
(SA)
