Konten dari Pengguna

Rute Angkot Listrik Bandung dan Tarifnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemkot Bandung menguji coba operasional Angkot Listrik Bandung (Angklung) di sejumlah ruas jalan dan belum diperuntukkan bagi masyarakat umum. Foto: Ralitha Nasywa Aulevia/AntaraJabar
zoom-in-whitePerbesar
Pemkot Bandung menguji coba operasional Angkot Listrik Bandung (Angklung) di sejumlah ruas jalan dan belum diperuntukkan bagi masyarakat umum. Foto: Ralitha Nasywa Aulevia/AntaraJabar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung merilis rincian rute angkot listrik Bandung. Hal ini sejalan dengan uji coba operasional angkot bertajuk Angkutan Kota Listrik Bandung (Angklung) tersebut sejak pertengahan September 2026.

Dalam pengoperasiannya, Angklung berfungsi sebagai kendaraan pengumpan (feeder) untuk mendukung layanan Koridor 1 Metro Jabar Trans (MJT) selama satu bulan ke depan. Sebelum beroperasi, moda transportasi ini telah melalui uji coba pertama pada Oktober 2025.

Selama tiga bulan periode uji coba, kendaraan listrik ini melewati rute Gunung Batu ke Stasiun Bandung. Armada ini mampu menempuh perjalanan sekitar 180 kilometer per hari dengan dukungan daya baterai yang mampu bertahan hingga operasional 200 kilometer.

Rute Angkot Listrik Bandung

Ilustrasi membahas rute angkot listrik Bandung. Foto: Pexels

Angklung sendiri merupakan proyek kendaraan ramah lingkungan yang berasal dari kolaborasi antara Pemkot Bandung, produsen kendaraan listrik lokal PT Marlip Indo Mandiri, dan anak usaha PT INTI (Persero), yakni PT Inti Pindad Mitra Sejati (IPMS).

Berdasarkan penjelasan PT INTI (Persero) di akun Instagram @ptintiofficial, Kamis, 17 September 2026, rute uji coba operasional angkot listrik Bandung melalui dua koridor, meliputi:

  • Koridor 1: Pasar Baru ABC-Simpang Soekarno Hatta Kiaracondong.

  • Koridor 2: Plaza Telkom Rajawali-Simpang Cicadas Kiaracondong.

Tarif Angkot Listrik Bandung

Guna menyukseskan agenda digitalisasi, seluruh armada Angklung tidak menerapkan transaksi tunai.

Setiap penumpang harus menggunakan pembayaran nontunai (cashless), seperti kartu uang elektronik (e-money) atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Inisiatif operasional Angklung ini diyakini mampu memperluas cakupan angkutan umum di Bandung. Selain itu, upaya ini diharapkan dapat mendorong penurunan emisi karbon demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih asri.

Tarif Angklung terbagi menjadi dua berdasarkan jenis penumpangnya, yaitu:

  • Penumpang umum sebesar Rp4.900.

  • Tarif khusus pelajar sebesar Rp2.000.

Belum Dibuka untuk Umum

Selama uji coba operasional, Angklung di sejumlah ruas jalan masih belum diperuntukkan bagi masyarakat secara luas. Angkot listrik Bandung ini dijalankan sementara untuk uji coba jalur, kesiapan teknis, dan pemenuhan regulasi kendaraan listrik.

“Bukan berarti kami tidak bisa menaikkan penumpang, tetapi lebih ke arah, kita jalurnya yang masih in di treknya tetap beroperasi, kami ngikutin treknya,” kata Direktur Utama PT IPMS Andriyanto, seperti dikutip dari Antara.

Dia mengungkapkan layanan Angklung belum dibuka untuk umum, karena masih sebatas mengikuti jalur trayek. Menurut dia, kendala utama yang membuat hal ini terjadi terletak pada durasi pengujian sistem pembayaran non-tunai.

“Dalam POC (Proof of Concept/pengujian) ini pun, kita tidak menutup diri untuk ada beberapa feedback (umpan balik) untuk perbaikan di sisi kami,” ucap Andriyanto.

Adapun pengujian angkot listrik Bandung digelar demi menjamin keandalan armada sebelum resmi dioperasikan untuk masyarakat umum. Ketika beroperasi nanti, publik bisa melacak posisi pergerakan bus secara real-time melalui aplikasi MJT.

Fasilitas Angkot Listrik Bandung

Angklung mengusung desain ringkas serupa armada MJT lainnya, tetapi memiliki kapasitas hingga 14 penumpang. Kendati lebih mungil, Pemkot Bandung melengkapi area kabin dengan beragam fasilitas guna menunjang kenyamanan maupun keselamatan, meliputi:

  • Kursi khusus yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

  • Pintu penumpang otomatis dan kaca panoramik berukuran luas.

  • Layar penunjuk titik pemberhentian hingga papan iklan digital.

  • Fasilitas pengisi daya (charger) khusus gawai pintar (smartphone).

  • Kamera 360 derajat untuk pengemudi guna memperluas jarak pandang dan meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Baca Juga: Promo LRT Kelapa Gading-Manggarai sampai Kapan? Ini Jadwalnya

(MDP)