Konten dari Pengguna

Secondary Emerging Market vs Emerging Market, Kenali Perbedaannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi secondary emerging market vs emerging market. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi secondary emerging market vs emerging market. Foto: Unsplash

Dalam klasifikasi pasar saham global, terdapat beberapa kategori yang digunakan untuk menggambarkan karakteristik pasar suatu negara. Dua istilah yang kerap menimbulkan kebingungan adalah secondary emerging market vs emerging market. Keduanya berkaitan dengan pasar negara berkembang, namun memiliki perbedaan dalam sistem penilaian yang digunakan.

Secondary emerging market merupakan kategori yang ditetapkan oleh penyedia indeks global FTSE Russell. Sementara itu, emerging market merupakan kategori dalam klasifikasi pasar Morgan Stanley Capital International (MSCI). Masing-masing lembaga memiliki metodologi tersendiri untuk mengelompokkan pasar saham di berbagai negara.

Secondary Emerging Market vs Emerging Market

Ilustrasi secondary emerging market vs emerging market. Foto: Unsplash

Memahami perbedaan secondary emerging market dan emerging market dapat membantu investor mengenali karakteristik pasar saham global sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun strategi investasi. Berikut penjelasan masing-masing kategori dikutip dari laman MSCI dan LSEG.

1. Secondary Emerging Market

Secondary emerging market merupakan salah satu kategori dalam sistem klasifikasi pasar saham global yang digunakan oleh FTSE Russell. Kategori ini berada di bawah advanced emerging market dan di atas frontier market dalam struktur klasifikasinya.

Penetapan kategori tersebut didasarkan pada sejumlah indikator yang mencerminkan kualitas dan perkembangan pasar modal. Aspek yang dinilai meliputi regulasi, aksesibilitas bagi investor asing, infrastruktur perdagangan, serta likuiditas saham.

Dalam penilaian tersebut, secondary emerging market menggambarkan pasar negara berkembang yang telah memiliki infrastruktur pasar modal yang memadai, likuiditas yang cukup, serta regulasi yang mendukung, tetapi belum memenuhi seluruh kriteria untuk masuk ke dalam kategori advanced emerging market.

2. Emerging Market

Berbeda dengan FTSE Russell, MSCI menggunakan kategori emerging market dalam sistem klasifikasi pasar saham global tanpa membaginya menjadi tingkatan sekunder atau lanjut. MSCI menilai pasar berdasarkan tiga kelompok kriteria utama, yaitu perkembangan ekonomi, ukuran dan likuiditas pasar, serta aksesibilitas bagi investor internasional.

Secara umum, emerging market mencakup pasar negara berkembang yang memiliki tingkat keterbukaan cukup tinggi terhadap kepemilikan asing serta kemudahan arus modal, tetapi belum sepenuhnya memenuhi seluruh kriteria untuk masuk ke dalam kategori developed market atau pasar maju.

Perbedaan Secondary Emerging Market vs Emerging Market

Meski sama-sama mengelompokkan pasar saham negara berkembang, keduanya memiliki metodologi klasifikasi yang berbeda. Berikut beberapa aspek utama yang membedakan keduanya.

1. Struktur Klasifikasi Pasar

  • Secondary emerging market: Menjadi salah satu kategori dalam klasifikasi FTSE Russell yang berada di bawah advanced emerging market.

  • Emerging market: Menjadi kategori tersendiri dalam sistem klasifikasi MSCI. Kategori ini tidak dibagi lagi menjadi tingkatan sekunder atau lanjut.

2. Kriteria Penilaian Pasar

  • Secondary emerging market: FTSE Russell mempertimbangkan sejumlah indikator, seperti regulasi pasar, aksesibilitas investor, infrastruktur perdagangan, serta likuiditas.

  • Emerging market: MSCI menggunakan tiga kelompok kriteria utama, yaitu perkembangan ekonomi, ukuran dan likuiditas pasar, serta aksesibilitas pasar.

3. Contoh Negara

  • Secondary emerging market: Dalam klasifikasi FTSE Russell, negara yang tercakup dalam kategori ini antara lain Chile, China, Kolombia, India, Mesir, Indonesia, Filipina, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Vietnam.

  • Emerging market: Dalam klasifikasi MSCI, contohnya mencakup Brasil, Kolombia, Meksiko, Peru, Chile, Qatar, Arab Saudi, Turki, China, India, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Taiwan.

Baca Juga: Apa Itu FTSE Russell? Lembaga Penyedia Indeks Global yang Jadi Acuan Investor

(SA)