Konten dari Pengguna

3 Cerita Sekolah Minggu Simple yang Sarat Pesan Moral

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cerita sekolah Minggu simple. Foto: CDC/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerita sekolah Minggu simple. Foto: CDC/Unsplash

Sekolah Minggu menjadi sarana penting bagi anak-anak untuk mengenal dan memahami ajaran Kristen sejak dini. Melalui kegiatan ini, mereka dibimbing untuk semakin dekat dengan Tuhan serta mengenal jalan keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus.

Agar kegiatan terasa menyenangkan, penyampaian materi biasanya dikemas dalam bentuk cerita yang sederhana tetapi sarat pesan moral. Cerita-cerita tersebut umumnya diangkat dari kisah dalam Alkitab.

Simak beberapa contoh cerita sekolah Minggu simple yang bisa disampaikan kepada anak-anak berikut!

Contoh Cerita Sekolah Minggu Simple

Ilustrasi cerita sekolah Minggu simple. Foto: Carlos Magno/Unsplash

Cerita dalam Alkitab dapat menjadi sarana efektif untuk membimbing anak-anak mengenal kasih Tuhan. Setiap kisahnya mengandung pesan moral, seperti keberanian, pengharapan, kesetiaan, kemurahan hati, dan kasih.

Disadur dari buku Belajarlah dari Cerita-cerita di Alkitab oleh Badan Pimpinan Saksi-saksi Yehuwa Indonesia, berikut beberapa contoh cerita sekolah Minggu simple yang diambil dari kisah-kisah dalam Alkitab:

1. Adam dan Hawa Tidak Taat

Suatu hari, ketika Hawa sendirian, seekor ualr berbicara kepadanya. Ular itu bertanya, "Apa benar Allah melarang kalian makan buah dari semua pohon?"

Hawa menjawab, "Kami boleh makan buah dari semua pohon, tapi ada satu yang tidak boleh. Kalau kami makan buah itu, kami akan mati."

Ular itu berkata, "Kalian tidak akan mati. Malah, kalau kalian makan, kalian akan jadi seperti Allah."

Apa itu benar? Tidak, itu bohong. Tapi Hawa percaya. Dia terus melihat buah itu dan semakin ingin memakannya. Akhirnya, dia makan buah itu dan memberikannya kepada Adam. Adam tahu bahwa mereka akan mati kalau tidak taat kepada Allah. Tapi, Adam tetap memakannya.

Sorenya, Yehuwa bertanya kepada Adan dan Hawa kenapa mereka tidak menaati Dia. Hawa menyalahkan ular itu dan Adam menyalahkan Hawa. Karena Adan dan Hawa tidak taat, Yehuwa mengusir mereka dari taman itu. Supaya mereka tidak masuk lagi, Dia menaruh pedang api di pintu masuknya dan menyuruh malaikat menjaga pintu itu.

Yehuwa berkata bahwa yang membohongi Hawa juga akan dihukum. Yang berbicara kepada Hawa sebenarnya bukan ular. Yehuwa tidak membuat ular yang bisa berbicara. Ada malaikat jahat yang memakai ular itu untuk menipu Hawa. Malaikat itu disebut setan atau iblis. Supaya setan tidak menipu orang lagi untuk berbuat jahat, Yehuwa akan memusnahkan dia.

2. Delapan Orang Selamat dari Air Bah

Nuh, keluarganya, dan binatang-binatang masuk ke bahtera. Yehuwa menutup pintunya dan hujan mulai turun. Hujan itu sangat deras dan bahtera mulai mengapung. Akhirnya, air menutupi seluruh bumi.

Di luar bahtera, semua orang jahat mati. Tapi, Nuh dan keluarganya aman di dalam bahtera. Mereka pasti senang sekali karena taat kepada Yehuwa. Apa kamu bisa membayangkan perasaan mereka?

Hujan turun selama 40 hari 40 malam, lalu berhenti. Air pun mulai berkurang dan akhirnya bahtera terhenti di pegunungan. Tapi, air masih ada di mana-mana. Jadi, Nuh dan keluarganya tidak bisa langsung keluar dari bahtera.

Lama-lama, tanah mulai kering. Nuh dan keluarganya sudah ada di dalam bahtera selama lebih dari satu tahun. Lalu, Yehuwa memberi tahu mereka bahwa mereka sudah bisa keluar. Mereka sangat bersyukur karena Yehuwa menyelamatkan mereka. Maka, mereka memberikan persembahan untuk Yehuwa.

Yehuwa senang dengan persembahan itu. Dia berjanji tidak akan lagi mendatangkan bajir untuk memusnahkan semua yang ada di bumi.

Sebagai tanda janji-Nya itu, Dia membuat pelangi muncul pertama kali di langit. Apa kamu pernah melihat pelangi?

Yehuwa juga menyuruh Nuh dan keluarganya untuk punya anak dan memenuhi bumi.

3. Abraham dan Sara Taat kepada Allah

Tidak jauh dari Babel, ada kota bernama Ur. Orang-orang di sana menyembah dewa-dewa, bukan Yehuwa. Tapi, ada pria di Ur yang hanya menyembah Yehuwa. Namanya Abraham.

Yehuwa berkata kepada Abraham, "Tinggalkan rumahmu dan saudramu, dan pergilah ke negeri ayng Aku tunjukkan." Lalu Allah berjanji, "Kamu akan menjadi bangsa yang besar. Dan karena kamu setia, Aku akan melakukan hal-hal baik untuk banyak orang di seluruh bumi."

Abraham tidak tahu dia akan disuruh ke mana, tapi dia percaya keapda Yehuwa. Jadi, Abraham, Sara istrinya, Terah ayahnya, dan Lot keponakannya menyiapkan barang-barang dan memulai perjalannya, seperti perintah Yehuwa.

Abraham berumur 75 tahun ketia dia dan keluarganya sampai di negeri yang Yehuwa ingin tunjukkan. Namanya Kanaan. Di sana, Allah berjanji kepada Abraham, "Seluruh negeri yang kamu lihat ini akan Aku berikan kepada anak-anakmu."

Tapi, Abraham dan Sara sudah tua dan tidak punya anak. Jadi, bagaimana Yehuwa akan menepati janji-Nya?

Baca Juga: Firman Tuhan untuk Anak Sekolah Minggu yang Penuh Pesan Kebaikan

(NSF)