Konten dari Pengguna

Apa yang Dilakukan Pria di Garis Finis saat Pelari Terakhir Melintas?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa yang dilakukan pria yang berdiri di garis finis saat pelari terakhir melintas? Foto: unsplash/steven-lelham
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa yang dilakukan pria yang berdiri di garis finis saat pelari terakhir melintas? Foto: unsplash/steven-lelham

Pada tahun 2025, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hadir dengan konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah menetapkan kebijakan MPLS Ramah untuk menciptakan pengalaman menyenangkan sekaligus mendidik bagi murid baru.

Mengutip laman resmi Kemendikdasmen, MPLS Ramah berlangsung selama lima hari penuh dengan rangkaian aktivitas edukatif. Di hari ketiga, salah satu agendanya adalah asesmen, di mana para murid harus menjawab sejumlah pertanyaan yang diberikan.

Salah satu pertanyaan yang muncul adalah apa yang dilakukan pria yang berdiri di garis finis saat pelari terakhir melintas?. Lalu, apa jawaban dari pertanyaan tersebut? Yuk, simak pembahasannya di sini!

Apa yang Dilakukan Pria yang Berdiri di Garis Finis saat Pelari Terakhir Melintas?

Ilustrasi apa yang dilakukan pria yang berdiri di garis finis saat pelari terakhir melintas? Foto: unsplash/david griffiths

Pada hari ketiga MPLS, murid baru dijadwalkan mengerjakan asesmen. Mengutip buku Rujukan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan Ramah (MPLS Ramah) terbitan Kemendikdasmen, asesmen ini bertujuan untuk mengenali karakteristik dan kebutuhan perkembangan masing-masing murid baru.

Dalam asesmen, murid diminta mengerjakan beberapa soal yang menguji kemampuan literasi membaca dan numerasi. Sebagai gambaran, salah satu soal asesmen meminta murid membaca sebuah teks berjudul "Pelari Terakhir", lalu menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan isi teks tersebut. Berikut soal lengkapnya:

Pelari Terakhir

Lomba maraton di kotaku biasanya diadakan setiap musim panas. Semua jalan raya yang dilalui para pelari akan ditutup aksesnya untuk semua kendaraan kecuali ambulans. Tugasku adalah mengikuti pelari dari belakang di ambulans sebagai petugas medis. Pak sopir dan aku berada di dalam mobil yang sejuk berkat AC, mulai mengikuti pelari dengan perlahan. Kami harus tetap berada di belakang pelari terakhir hingga mencapai garis finis.

"Pak, saya harap pelari terakhir berlari dengan cepat!" kata Pak sopir sambil tertawa.

Saat tanda untuk memulai maraton diberikan, para pelari terdepan mulai menjauh dari pandangan kami. Saat itu, mataku tertuju pada seorang wanita yang mengenakan celana biru dan baju putih longgar.

"Pak, lihatlah itu," kataku sambil menunjuk wanita tersebut di depan kami.

Kami sadar bahwa dia akan menjadi "pelari terakhir". Rambutnya beruban, postur tubuhnya tidak lagi tegap, dan kakinya sedikit pincang. Bahkan hanya berjalan pun sudah tampak sulit, apalagi mengikuti lomba maraton.

Pak sopir dan aku memperhatikan wanita itu dengan diam. Kami akan bergerak maju sedikit, kemudian berhenti untuk menjaga jarak dari pelari terakhir. Lalu, kami maju lagi untuk terus mengikuti langkahnya. Saat aku menyaksikan perjuangannya, ada keinginan dalam hati untuk menghentikannya, tetapi pada saat yang sama, aku berdoa agar dia terus maju. Akhirnya, dia adalah satu-satunya pelari yang tersisa. Air mataku mengalir karena aku merasa takjub dan penuh hormat pada keberaniannya.

Saat garis finis terlihat di kejauhan, sorak-sorai penonton sudah tidak terdengar lagi. Namun, seorang pria berdiri sendirian dengan bangga menunggu kedatangan pelari terakhir. Ia memegang salah satu ujung pita kertas yang terikat pada tiang. Pelan-pelan, pelari terakhir melintasi garis finis tersebut. Kedua ujung pita kertas itu berkibar di belakangnya.

Aku tidak tahu nama wanita itu, tetapi sejak saat itu, dia menjadi bagian dari kehidupanku. Bagi wanita itu, maraton bukanlah tentang mengalahkan orang lain atau memenangkan piala. Ini tentang menyelesaikan apa yang sudah dimulainya, apa pun yang terjadi. Ketika aku menghadapi kesulitan dalam hidup, aku sering kali teringat pada pelari terakhir itu. Kemudian, aku menyadari betapa mudahnya tugas di hadapanku sebenarnya.

Sumber: Diterjemahkan dengan perubahan, dari Lisa Beach. The Last Runner. Chicken Soup for the Preteen Soul (2000).

1. Apa yang dilakukan pria yang berdiri di garis finis saat pelari terakhir melintas?

A. Berdiri menunggu kedatangan mobil ambulans.

B. Menyaksikan perjuangan para pelari maraton.

C. Mengikuti pelari terakhir dari belakang.

D. Memegang ujung pita kertas yang diikat ke tiang.

Jawaban: D

2. Apa yang menjadi tugas utama tokoh Aku dalam lomba maraton?

Centang pada setiap pilihan jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

A. Mengikuti pelari terakhir dengan mobil ambulans.

B. Memastikan semua jalan raya ditutup aksesnya.

C. Menjadi pengemudi utama ambulans.

D. Memberikan bantuan medis jika diperlukan.

Jawaban: A dan D

3. Bagaimana sikap tokoh Aku setelah menyadari adanya seorang wanita tua mengikuti perlombaan tersebut?

Centang pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Terharu melihat perjuangan wanita tua meskipun kondisi kakinya sedikit pincang.

B. Bangga menunggu kedatangan wanita tua sebagai pelari terakhir yang melintasi garis finis.

C. Terinspirasi oleh keteguhan wanita tua itu dalam menghadapi tantangan maraton.

Jawaban: A = benar, B = salah, C = benar

Baca Juga: 100 Teka-teki Makanan dan Jawaban MPLS

(NSF)