Bagaimana Jika Nakhoda di Tengah Laut Tidak Memiliki Koordinat yang Jelas?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui posisi kapal merupakan hal yang sangat penting bagi setiap nakhoda saat berlayar. Koordinat lokasi menjadi acuan untuk menentukan arah pelayaran, memantau posisi kapal secara berkala, serta memastikan perjalanan berlangsung sesuai rute yang telah direncanakan.
Tanpa informasi tersebut, proses navigasi menjadi lebih sulit dan risiko kesalahan arah pun meningkat. Dalam kondisi tertentu, hal ini juga dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.
Lantas, bagaimana jika seorang nakhoda di tengah laut tidak memiliki koordinat lokasi yang jelas?
Bagaimana Jika Seorang Nakhoda di Tengah Laut Tidak Memiliki Koordinat Lokasi yang Jelas?
Dikutip dari buku Navigasi Kapal Ikan karya Jacobus Bunga Paillin, dkk. (2026), aktivitas pelayaran sangat bergantung pada kemampuan menentukan posisi kapal secara akurat. Sebab, laut adalah wilayah yang dinamis dan minim penanda visual sebagai acuan navigasi.
Berbeda dengan daratan yang memiliki banyak titik referensi, navigasi di laut memerlukan sistem koordinat geografis sebagai acuan. Sistem ini membantu nakhoda mengetahui posisi kapal, menentukan arah pelayaran, dan memastikan kapal tetap berada di jalur yang benar.
Apabila seorang nakhoda di tengah laut tidak memiliki koordinat lokasi yang jelas, proses navigasi akan menjadi lebih sulit dan berbagai risiko dapat muncul, antara lain:
Sulit menentukan posisi dan arah pelayaran.
Berisiko tersesat atau menyimpang dari rute.
Meningkatkan risiko kecelakaan di laut.
Menghambat proses penyelamatan saat keadaan darurat.
Meski demikian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan kembali posisi kapal. Dikutip dari laman yacht.de, berikut beberapa metode yang dapat digunakan:
1. Menggunakan Bearing
Nakhoda dapat menentukan posisi kapal dengan mengambil acuan dari objek yang terlihat, seperti mercusuar, pelampung, atau garis pantai, kemudian mencocokkannya dengan peta navigasi.
2. Memanfaatkan Echo Sounder
Alat pengukur kedalaman laut digunakan untuk mencocokkan kedalaman perairan dengan data pada peta laut sehingga posisi kapal dapat diperkirakan.
3. Menggunakan Radar
Radar membantu memperkirakan posisi kapal berdasarkan jarak terhadap pantai, pulau, pelampung, atau objek lain di sekitarnya, terutama saat jarak pandang terbatas.
4. Menggunakan Dead Reckoning
Posisi kapal dihitung berdasarkan haluan, kecepatan, dan waktu tempuh dari titik terakhir yang diketahui hingga posisi baru dapat diperkirakan.
5. Menggunakan GPS
Jika perangkat masih berfungsi, GPS menjadi cara paling akurat untuk mengetahui koordinat dan posisi kapal secara real time.
6. Menghubungi Kapal Lain atau Stasiun Pantai
Nakhoda dapat meminta bantuan penentuan posisi melalui radio VHF atau komunikasi satelit kepada kapal lain maupun otoritas maritim.
7. Mengaktifkan EPIRB
Jika kapal benar-benar tersesat atau dalam keadaan darurat, EPIRB dapat diaktifkan untuk mengirimkan lokasi kapal ke satelit dan tim pencarian serta penyelamatan.
Baca juga: Cek Harga Tiket Ferry Batam Singapore di Sini untuk Sekali Jalan
(RK)
