Bagaimana Keanekaragaman Jenis Dapat Diamati di Suatu Habitat? Simak Caranya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keanekaragaman jenis mengacu pada variasi spesies yang hidup di suatu habitat atau wilayah geografis tertentu. Tingkatan keanekaragaman hayati ini menjadi salah satu indikator penting dalam studi biodiversitas karena dapat diamati secara langsung melalui keberadaan berbagai jenis makhluk hidup.
Semakin banyak spesies yang ditemukan di suatu habitat, semakin tinggi pula tingkat keanekaragaman jenisnya. Sebagai contoh, hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman spesies yang jauh lebih tinggi dibandingkan gurun pasir karena mampu mendukung kehidupan lebih banyak organisme.
Untuk mengetahui cara bagaimana keanekaragaman jenis dapat diamati di suatu habitat, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Bagaimana Keanekaragaman Jenis Dapat Diamati di Suatu Habitat?
Keanekaragaman jenis diamati dengan mengidentifikasi berbagai spesies yang hidup pada suatu habitat, kemudian membandingkan jumlah serta variasinya. Banyaknya spesies yang berbeda menunjukkan kekayaan spesies yang tinggi sehingga ekosistem cenderung lebih beragam.
Misalnya, pada ekosistem sawah dapat ditemukan tanaman padi, katak, belut, cacing, capung, hingga berbagai jenis serangga yang hidup berdampingan. Mengacu pada buku Buku Ajar Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup karya Florentina Y. Sepe serta laman Biology LibreTexts, berikut beberapa langkah untuk mengamati keanekaragaman jenis di suatu habitat.
1. Menentukan Lokasi Pengamatan
Langkah pertama ialah menentukan habitat yang akan diamati, misalnya hutan, kebun, sawah, sungai, pantai, atau taman. Keanekaragaman jenis mengacu pada banyaknya spesies berbeda yang menempati suatu ekosistem, baik di darat maupun di perairan.
2. Mengidentifikasi Setiap Spesies
Seluruh organisme yang ditemukan kemudian dicatat berdasarkan jenis atau spesies. Identifikasi dapat dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap ciri-ciri fisik, seperti bentuk tubuh, ukuran, warna, maupun perilaku. Beberapa contoh keanekaragaman jenis antara lain:
Keanekaragaman keluarga kacang-kacangan: kacang tanah, kacang hijau, kacang kapri, dan kacang buncis.
Keanekaragaman keluarga kucing (Felidae): harimau, singa, citah, dan kucing.
Keanekaragaman suku Palmae: kelapa, aren, pinang, dan lontar.
3. Menghitung Jumlah Individu
Setelah spesies berhasil diidentifikasi, langkah berikutnya adalah menghitung jumlah individu dari masing-masing spesies. Penghitungan ini relatif mudah dilakukan pada ekosistem kecil yang hanya memiliki sedikit organisme.
Namun, pada ekosistem yang luas seperti hutan, jumlah spesies dapat mencapai ratusan bahkan ribuan dengan populasi yang sangat besar. Oleh karena itu, pengamatan umumnya dilakukan menggunakan teknik pengambilan sampel agar tingkat keanekaragaman spesies dapat diperkirakan secara lebih akurat.
4. Membandingkan Data
Tahap terakhir adalah menganalisis hasil pengamatan dengan membandingkan jumlah maupun variasi spesies yang ditemukan. Habitat yang memiliki lebih banyak jenis organisme umumnya menunjukkan tingkat keanekaragaman jenis yang lebih tinggi dibandingkan habitat yang hanya dihuni sedikit spesies.
Baca Juga: Strategi Adaptasi yang Relevan Jika Berada di Wilayah Penurunan Muka Air Tanah
(SA)
