Bagaimana Perubahan Energi pada Telepon Genggam yang Memakai Baterai?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baterai menjadi salah satu komponen penting yang banyak digunakan dalam berbagai perangkat elektronik, termasuk telepon genggam atau handphone. Keberadaan baterai memungkinkan handphone memperoleh sumber energi tanpa harus selalu terhubung ke aliran listrik.
Agar handphone dapat berfungsi dengan baik untuk menelepon, mengirim pesan, mengakses internet, hingga menjalankan berbagai aplikasi, diperlukan energi yang berasal dari baterai. Dalam proses tersebut, terjadi perubahan energi yang membuat setiap komponen pada handphone bekerja sesuai fungsinya.
Lantas, bagaimana perubahan energi berlangsung pada telepon genggam yang menggunakan baterai? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Perubahan Energi pada Telepon Genggam
Telepon genggam yang menggunakan baterai mengalami beberapa tahapan perubahan energi agar dapat menjalankan berbagai fungsi. Dikutip dari buku Master Kisi-Kisi USBN SD/MI 2019 susunan Baidha Azra dan laman Prezi, perubahan energi pada telepon genggam berlangsung sebagai berikut:
Baterai menyimpan energi kimia: Energi ini berasal dari reaksi kimia yang terjadi di dalam sel-sel baterai.
Energi kimia diubah menjadi energi listrik: Saat handphone dinyalakan, reaksi kimia (reaksi redoks) di dalam baterai menghasilkan energi listrik sebagai sumber daya utama perangkat.
Energi listrik mengaktifkan berbagai komponen handphone: Energi listrik kemudian dialirkan ke seluruh komponen agar perangkat dapat berfungsi dengan baik.
Energi listrik berubah menjadi energi cahaya: Perubahan ini terlihat pada layar handphone yang menyala saat digunakan.
Energi listrik berubah menjadi energi bunyi: Speaker mengubah energi listrik menjadi suara ketika memutar musik, video, atau saat menerima panggilan.
Energi listrik berubah menjadi energi getar: Motor getar pada handphone mengubah energi listrik menjadi energi gerak berupa getaran saat ada notifikasi atau panggilan masuk.
Sebagian energi listrik berubah menjadi energi panas: Panas dihasilkan oleh prosesor, baterai, dan hambatan listrik (resistansi) pada rangkaian selama handphone beroperasi.
Dengan demikian, perubahan energi pada telepon genggam dimulai dari energi kimia - energi listrik - energi cahaya, energi bunyi, energi getar, dan energi panas. Seluruh proses tersebut memungkinkan handphone menjalankan berbagai fitur dan fungsinya secara optimal.
Perubahan Energi pada Perangkat Elektronik Lainnya
Selain telepon genggam, perubahan energi juga terjadi pada berbagai perangkat elektronik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mengutip buku Pembelajaran IPA melalui Model Karungut oleh Kon Redi, setiap alat elektronik memanfaatkan perubahan energi agar dapat menjalankan fungsinya. Berikut beberapa contohnya:
1. Lampu
Energi listrik diubah menjadi energi cahaya sehingga lampu dapat menerangi ruangan. Sebagian energi listrik juga berubah menjadi energi panas.
2. Kipas angin
Energi listrik diubah menjadi energi gerak untuk memutar baling-baling kipas sehingga menghasilkan aliran udara.
3. Televisi
Energi listrik diubah menjadi energi cahaya dan energi bunyi sehingga dapat menampilkan gambar sekaligus menghasilkan suara.
4. Rice cooker
Energi listrik diubah menjadi energi panas untuk memasak dan menghangatkan nasi.
5. Setrika listrik
Energi listrik diubah menjadi energi panas sehingga dapat digunakan untuk merapikan pakaian.
6. Mesin cuci
Energi listrik diubah menjadi energi gerak untuk memutar tabung pencuci sehingga pakaian dapat dicuci dan diperas.
Baca Juga: 35 Contoh Perubahan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari
(ANB)
