Konten dari Pengguna

Cara Menghilangkan Varises dan Terapi Pengobatannya Menurut Ilmu Medis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi varises pada ibu hamil. Foto: zlikovec/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi varises pada ibu hamil. Foto: zlikovec/Shutterstock

Varises umumnya muncul sebagai urat yang membengkak dan menonjol di area kaki. Penonjolan urat tersebut dapat mengganggu keindahan kaki sekaligus memunculkan rasa sakit dan ketidaknyamanan bagi penderitanya.

Dalam jurnal Varicose veins and their management oleh B. Campbell (2006), disebutkan bahwa sejumlah peneliti tekah mengembangkan beberapa pendekatan pengobatan terkait varises. Tujuannya yaitu untuk mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup penderita.

Kendati sudah banyak studi yang menelitinya, masih ada segelintir orang yang belum memahami penyebab varises beserta metode penyembuhannya. Penasaran seperti apa? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Pemahaman Dasar dan Faktor Risiko Varises

Ilustrasi pemeriksaan suami dengan dokter spesialis andrologi. Foto: BlurryMe/Shutterstock

Varises adalah kondisi di mana pembuluh darah vena melebar dan terlihat jelas di bawah kulit. Kondisi ini sering kali menyebabkan rasa tidak nyaman atau sakit yang cukup parah.

Menurut jurnal Varicose Veins: Diagnosis and Treatment oleh Jaqueline Raetz, Megan Wilson, dan Kimberly L Collins (2019), varises terjadi akibat kelemahan atau kerusakan pada katup vena yang menyebabkan darah mengalir balik dan berkumpul.

Faktor risiko meliputi genetika, usia, kehamilan, dan gaya hidup seperti berdiri atau duduk lama juga bisa menjadi penyebabnya.

Metode Diagnostik dan Intervensi Medis

Ilustrasi dokter wanita. Foto: Have a nice day Photo/Shutterstock

Penggunaan metode diagnostik yang canggih dan terapi intervensi yang efektif sangat penting dalam mengelola dan mengobati varises.

1. Diagnostik dan Evaluasi

Pendekatan awal dalam pengelolaan varises meliputi evaluasi komprehensif menggunakan ultrasound Doppler untuk menilai aliran darah dan struktur vena. Pemahaman mendalam tentang kondisi vaskular tersebut dapat membantu dokter merencanakan pengobatan yang tepat.

2. Skleroterapi

Tindakan medis ini sudah lama digunakan. Mengutip jurnal Diagnosis and treatment of varicose veins: a review oleh M. Goldman, Robert A. Weiss, dan John J. Bergan (1994), kleroterapi melibatkan penyuntikan solusi kimia ke dalam vena varises.

Solusi ini menyebabkan vena mengecil dan menghilang secara bertahap. Sehingga, seringkali praktiknya dapat memberikan hasil estetika yang memuaskan.

Inovasi Terkini dalam Pengobatan Varises

Ilustrasi terap varisesi. Foto: Shutterstock

Pengembangan teknologi dan metode terbaru dalam pengobatan varises memberikan harapan baru bagi penderita.

1. Penggunaan Terapi Laser

Terapi laser dilakukan untuk menutup vena yang rusak. Metode ini mendukung keefektifan laser dalam memberikan hasil yang estetik dengan minim invasif.

2. Ablasi Radiofrekuensi

Ablasi radiofrekuensi merupakan teknologi canggih yang banyak digunakan. Metode ini menggunakan energi radio untuk memanaskan dan menutup vena yang bermasalah, menawarkan alternatif pengobatan yang aman dengan masa pemulihan yang lebih cepat.

Manajemen Jangka Panjang dan Pencegahan

Ilustrasi Jalan tanpa alas kaki. Foto: Ju Jae-young/Shutterstock

Strategi manajemen jangka panjang dan pencegahan merupakan komponen kritis dalam mengurangi risiko dan dampak dari varises.

1. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal dan olahraga teratur dapat mencegah perkembangan atau memperparah varises yang ada. Tindakan ini sifatnya alami, namun mampu memberikan hasil yang memuaskan.

2. Pemantauan Berkala

Pemeriksaan berkala dengan spesialis vaskular disarankan untuk mengidentifikasi potensi perubahan kondisi vena sebelum berkembang menjadi lebih serius. Perawatan proaktif ini dapat mengurangi risiko komplikasi pada varises.

(MSD)