Contoh DFD Level 1 Sistem Penjualan yang Mudah Dipahami

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika bekerja di bidang rekayasa perangkat lunak, memahami bagaimana data mengalir di dalam sebuah sistem merupakan hal yang penting. Untuk mempermudah pemahaman tersebut, digunakan sebuah alat pemodelan yang disebut Data Flow Diagram (DFD).
DFD digunakan untuk memvisualisasikan sistem secara keseluruhan melalui alur data yang jelas. Melalui diagram ini, pengembang atau analis sistem dapat melihat proses yang terjadi dalam sistem, mulai dari masuk dan keluarnya data hingga interaksi antar komponen.
DFD juga disusun dalam beberapa tingkatan untuk menunjukkan detail sistem secara bertahap, salah satunya level 1. Di level ini, proses ditampilkan lebih rinci dibanding gambaran umum sehingga lebih mudah dipahami. Untuk lebih jelasnya, simak contoh DFD level 1 berikut.
Contoh DFD Level 1
Disadur dari buku Analisis dan Perancangan Sistem Informasi (2017), DFD level 1 merupakan pengembangan dari diagram konteks yang memecah sistem menjadi beberapa proses utama, biasanya hingga sembilan proses. Pada tahap ini, seluruh proses inti dalam sistem digambarkan lebih rinci untuk menunjukkan bagaimana sistem bekerja secara keseluruhan.
DFD level 1 juga memperlihatkan hubungan antar proses, interaksi dengan entitas eksternal, serta penambahan data store sebagai tempat penyimpanan data utama. Setiap proses diberi nomor bilangan bulat untuk memudahkan identifikasi, tanpa menunjukkan urutan pengerjaan.
Berdasarkan hal tersebut, cara membuat diagram level 1 adalah sebagai berikut:
Menentukan proses utama yang terdapat dalam sistem.
Menentukan data yang diterima dan diberikan oleh setiap proses, dengan tetap memperhatikan prinsip keseimbangan, yaitu aliran data masuk dan keluar pada diagram konteks harus sesuai dengan aliran data pada level berikutnya.
Menambahkan data store (master) jika diperlukan sebagai sumber maupun tujuan aliran data.
Menggambar diagram DFD level 1 secara keseluruhan.
Menghindari terjadinya perpotongan aliran data agar diagram mudah dibaca.
Memberikan penomoran pada proses utama, dengan ketentuan nomor tidak menunjukkan urutan proses.
Agar lebih jelas, berikut gambaran contoh DFD level 1 yang bisa dijadikan sebagai acuan:
Simbol-simbol dalam Data Flow Diagram (DFD)
Dalam memahami DFD, penting untuk mengetahui elemen-elemen penyusunnya beserta simbol yang digunakan. Dikutip dari buku Analisis Sistem Informasi oleh Tata Sutabri, berikut rincian setiap simbolnya.
1. External Entity
External entity atau terminator merupakan komponen yang menjadi sumber atau tujuan data dalam sistem, baik input maupun output. Elemen ini menggambarkan pihak di luar sistem yang tetap memiliki interaksi dengan sistem. Simbolnya berbentuk persegi panjang.
2. Process
Process adalah komponen yang berfungsi mengolah input menjadi output dengan bentuk atau hasil yang berbeda. Elemen ini menggambarkan aktivitas transformasi data di dalam sistem. Simbolnya biasanya berupa lingkaran atau notasi fungsi.
3. Data Flow
Data flow menunjukkan perpindahan data antar komponen dalam sistem. Aliran ini menghubungkan process, external entity, dan data store sebagai jalur informasi. Simbolnya digambarkan dengan garis panah yang menunjukkan arah aliran data.
4. Data Store
Data store merupakan tempat penyimpanan data yang telah diproses atau diarsipkan untuk digunakan kembali. Elemen ini dapat berupa database atau file penyimpanan. Simbolnya digambarkan dengan dua garis sejajar yang menandakan proses penyimpanan dan pengambilan data.
Baca juga: DFD Level 0: Definisi, Fungsi, dan Contohnya
(RK)
