Konten dari Pengguna

Contoh Essay PPG Prajabatan 2026 yang Bisa Jadi Referensi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh essay PPG Prajabatan 2026. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh essay PPG Prajabatan 2026. Foto: Unsplash.

Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026 resmi dibuka pada 27 Juni 2026 melalui aplikasi SIMPKB. Dalam proses seleksi, essay dibutuhkan untuk menilai motivasi, pengembangan diri, etika kerja, kolaborasi, serta manajemen tugas peserta PPG.

Kedalaman jawaban essay menjadi salah satu aspek yang dinilai oleh panitia seleksi. Sebagai gambaran, simak contoh essay PPG Prajabatan 2026 selengkapnya berikut ini!

Contoh Essay PPG Prajabatan 2026

Ilustrasi contoh essay PPG Prajabatan 2026. Foto: Unsplash.

Dikutip dari unggahan Scribd berjudul Contoh Esai PPG Prajabatan 2025 oleh dedirerung140418 dan unggahan Scribd berjudul Soal dan Jawaban Essay PPG Prajabatan oleh Alfani Wulandari, berikut contoh essay PPG Prajabatan yang bisa dijadikan referensi.

Motivasi Menjadi Guru

  • Contoh 1: Saya ingin menjadi guru karena saya ingin mengabdi kepada masyarakat dan ikut memperbaiki kualitas SDM Indonesia. Oleh karena itu, untuk mewujudkannya, saya menempuh kuliah S1 Pendidikan dengan serius, mengikuti berbagai pelatihan kompetensi guru, dan mengajar bimbingan belajar untuk mengasah kemampuan mengajar saya.

  • Contoh 2: Saya tumbuh dari keluarga yang tidak menempuh pendidikan layak sehingga saya bertekad menjadi guru agar bisa membantu anak-anak lain belajar tanpa kesulitan yang pernah saya alami. Saya mewujudkannya dengan belajar mandiri sejak kecil dan terus mengembangkan kemampuan akademik saya meski tanpa bimbingan tambahan.

Pengembangan Diri

  • Contoh 1: Saya mengidentifikasi area yang perlu saya kembangkan melalui refleksi diri rutin dan diskusi dengan dosen serta teman sejawat. Dari situ saya menyadari kreativitas dan inovasi mengajar saya masih perlu ditingkatkan sehingga saya mengikuti pelatihan penggunaan media digital, seperti Canva.

  • Contoh 2: Saya mengidentifikasi kelemahan saya dengan introspeksi diri dan meminta pendapat dari keluarga serta teman dekat. Selanjutnya untuk mengembangkan diri, saya mengikuti berbagai kursus daring, seperti pelatihan menulis dan desain grafis.

Dilema Etika dan Aturan

  • Contoh 1: Saya pernah dihadapkan pada tekanan deadline proposal organisasi ketika tanda tangan pejabat kampus diperlukan, tetapi pihak yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Saya mengambil keputusan yang kurang tepat saat itu, lalu menyampaikannya secara terbuka dan meminta maaf setelah masalah selesai.

  • Contoh 2: Saya tanpa sengaja melanggar aturan adat setempat karena belum memahami norma di lingkungan baru tempat saya merantau. Sadar atas kesalahan itu, saya meminta maaf dan berkomitmen untuk lebih menghormati nilai-nilai lokal ke depannya.

Kerja Sama dalam Keberagaman

  • Contoh 1: Saya pernah mengikuti KKN/PPL bersama anggota tim dari berbagai daerah dan jurusan yang berbeda. Saya mengatasi perbedaan pendapat melalui musyawarah dan pembagian peran yang jelas bagi setiap anggota.

  • Contoh 2: Saya terlibat dalam kegiatan peringatan HUT instansi yang melibatkan warga dengan latar belakang agama dan budaya berbeda. Saya mengajak musyawarah bersama perwakilan warga untuk menyatukan tujuan kegiatan.

Mengembangkan Kemampuan Orang Lain

  • Contoh 1: Saya pernah menjadi tutor bimbingan belajar bahasa Inggris dan fokus mengembangkan kemampuan berbahasa siswa SD hingga SMA menggunakan metode Total Physical Response (TPR).

  • Contoh 2: Saya mendampingi adik saya yang belum mahir mewarnai dengan membangun kesepakatan aturan belajar bersama, lalu memberikan penghargaan sederhana sebagai motivasi.

Keputusan Penting

  • Contoh 1: Saya pernah ditunjuk mendadak sebagai koordinator umum kegiatan organisasi karena koordinator sebelumnya sakit. Saya mempertimbangkan kelangsungan kegiatan bagi seluruh anggota sebelum akhirnya menerima tanggung jawab tersebut.

  • Contoh 2: Saya pernah dihadapkan pada pilihan antara melanjutkan kuliah atau bekerja di pabrik karena alasan ekonomi. Saya mengambil keputusan setelah berkonsultasi dengan dosen dan orang-orang terdekat saya.

Mengelola Tugas Bersamaan

  • Contoh 1: Saya sering mendapat tugas kuliah dengan deadline bersamaan sehingga saya menyusun skala prioritas berdasarkan tingkat kesulitan dan mencatat jadwal melalui aplikasi catatan di ponsel saya.

  • Contoh 2: Saya kerap menghadapi tugas mengajar dan tanggung jawab lain yang menumpuk sehingga saya membuat perencanaan matang dan membagi waktu secara disiplin untuk setiap tanggung jawab yang saya pegang.

(FHK)

Baca juga: 7 Kesan dan Pesan untuk Guru Saat Perpisahan Sekolah