Konten dari Pengguna

Dokumenter Nelayan Sungai Serkap by kumparan Raih Penghargaan WAN-IFRA 2025

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumenter Nelayan Sungai Serkap by kumparan Raih Penghargaan WAN-IFRA 2025. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dokumenter Nelayan Sungai Serkap by kumparan Raih Penghargaan WAN-IFRA 2025. Foto: kumparan

Dalam ajang internasional WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2025 di Pullman Kuala Lumpur City Centre Hotel & Residences, Malaysia, Rabu (23/4), kumparan melanjutkan tradisinya sebagai media yang tak pernah absen meraih trofi sejak 2019.

Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Ikhwanul Khabibi selaku VP of Content Strategy & Innovation kumparan. Ada dua kategori penghargaan yang dimenangkan kumparan kali ini, yakni Best Lifestyle or Sports Site dan Best Use of Video.

Kemenangan di kategori Best Lifestyle or Sports Site diraih berkat kanal khusus sepak bola wanita pertama di Indonesia yang diusung kumparan, yakni kumparanBOLANITA. Sedangkan penghargaan di kategori Best Use of Video diperoleh melalui dokumenter Nelayan Sungai Serkap.

Ini bukan kali pertama kumparan menyabet penghargaan di kategori Best Use of Video. Pada tahun 2024, kumparan juga menang di kategori ini lewat video Malam Satu Suro.

Kemenangan berturut-turut di kategori yang sama membuktikan konsistensi kumparan dalam menciptakan karya jurnalisme yang tidak hanya berkualitas, tapi juga penting untuk masyarakat umum.

Dokumenter Nelayan Sungai Serkap Tentang Apa?

Dokumenter Nelayan Sungai Serkap by kumparan Raih Penghargaan WAN-IFRA 2025. Foto: kumparan

Karya dokumenter kumparan tentang nelayan di Sungai Serkap diberi tajuk Kisah Nelayan Sungai Serkap Menangkap Ikan Tanpa Merusak Alam. Untuk membuat video berdurasi 8 menit ini, tim kumparan melakukan riset mendalam secara langsung di lapangan.

Mereka mewawancarai nelayan setempat dan mengambil footage dari pagi hingga malam dengan menggunakan perahu. Sebab, satu-satunya jalur transportasi yang bisa dilalui adalah sungai.

Dokumenter ini membawa pesan kuat tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Di tengah ancaman illegal logging dan praktik eksploitasi, masyarakat lokal tetap setia menggunakan metode bubu tradisional yang terbukti ramah lingkungan dalam proses penangkapan ikan.

kumparan Raih Dua Penghargaan di ajang WAN-IFRA Digital Media Awards Asia 2025 di Pullman Kuala Lumpur City Centre Hotel & Residences, Malaysia, Rabu (23/4/25). Foto: kumparan

Dokumenter ini diunggah di kanal YouTube kumparan dan berhasil meraih lebih dari 93 ribu views. Narasi dan visualnya yang bisa menjelaskan dengan baik isu penting tentang keberlanjutan lingkungan menjadi kekuatan utama video tersebut.

Selain disiarkan lewat YouTube, kisah nelayan Sungai Serkap juga dibagikan kumparan lewat artikel di website, serta konten di TikTok dan Instagram.

Kemenangan kumparan kali ini menegaskan peran jurnalisme dalam mengangkat cerita-cerita inspiratif, serta memberi dampak positif bagi pelestarian alam dan penguatan identitas budaya.

(DEL)