Konten dari Pengguna

LPDP 2026 Kapan Dibuka? Ini Jadwal, Kuota, dan Bidang yang Menjadi Prioritas

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Foto: iStock

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan salah satu program bantuan pendidikan paling bergengsi di Indonesia. Setiap tahun, ribuan pelajar berkompetisi untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan studi magister (S2) atau doktoral (S3), baik di dalam negeri maupun luar negeri melalui beasiswa ini.

LPDP memberikan dukungan penuh bagi penerima beasiswa, mulai dari biaya kuliah, tunjangan hidup, hingga pendanaan riset dan publikasi ilmiah. Tak heran jika banyak mahasiswa yang kini menantikan informasi tentang LPDP 2026 kapan dibuka.

LPDP 2026 Kapan Dibuka?

Ilustrasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Foto: Agaton Kenshanahan/ Kumparan

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai kapan pendaftaran beasiswa LPDP 2026 akan dibuka. Namun, jika melihat pola LPDP 2025 dari laman lpdp.kemenkeu.go.id, tahap pendaftaran pertama dimulai pada 17 Januari 2025.

Biasanya, LPDP membuka dua gelombang seleksi setiap tahunnya. Gelombang pertama dibuka di awal tahun, sedangkan gelombang kedua berlangsung sekitar pertengahan tahun, yakni antara Mei hingga Juli.

Artinya, besar kemungkinan pendaftaran LPDP 2026 tahap 1 akan dimulai pada Januari 2026, tepat setelah seleksi LPDP 2025 tahap 2 selesai dilaksanakan.

Sambil menunggu pendaftaran dibuka, calon pendaftar sebaiknya mulai menyiapkan berkas penting seperti sertifikat bahasa, proposal studi, serta esai komitmen diri sambil menunggu pendaftaran dibuka.

Kuota LPDP 2026

Ilustrasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Foto: Unsplash/Dragos Blaga

LPDP akan membatasi jumlah penerima (awardee) beasiswa pada 2025 dan 2026. Kebijakan ini tetap diberlakukan meskipun jumlah pendaftar pada 2025 melonjak hingga 78.588 orang.

Kabar tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR pada Selasa (16/9) sebagaimana dikutip dari kumparanBISNIS.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 terdapat 8.592 orang yang diterima dari 52.842 pendaftar. Sementara tahun 2023 menerima 9.358 orang dari 33.396 pendaftar. Artinya, jumlah penerima pada 2025 menurun cukup drastis dibanding dua tahun sebelumnya.

Namun, kabar baiknya, LPDP menargetkan peningkatan kembali jumlah penerima pada tahun 2027 setelah proses penyesuaian kebijakan dan anggaran selesai dilakukan.

Baca juga: Gus Ipul: Sebagian Siswa Sekolah Rakyat Sudah Dapat Beasiswa Kuliah

Bidang Prioritas Beasiswa LPDP 2026

Ilustrasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Foto: Pexels/Gül Isık

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkapkan bahwa fokus utama LPDP 2026 adalah sektor STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), Kesehatan, serta Pendidikan.

Adapun jurusan spesifik yang dibuka mencakup data science, kecerdasan buatan, energi terbarukan, kedokteran spesialis, farmasi klinis, manajemen pendidikan, hingga teknologi pembelajaran.

Pemerintah ingin memastikan lebih banyak penerima beasiswa berasal dari bidang tersebut agar mampu mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Bidang di luar prioritas tetap diperbolehkan, tetapi jumlah kuotanya lebih terbatas. LPDP juga akan terus mengalokasikan kuota khusus bagi peserta dari wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Stella Christie, menjelaskan pembatasan penerima beasiswa LPDP dilakukan karena keterbatasan anggaran dan strategi pemerintah untuk memastikan beasiswa benar-benar diarahkan ke bidang yang paling dibutuhkan negara.

“Anggaran selalu terbatas, kebijakan untuk LPDP ini sebenarnya adalah untuk menstrategiskan apa yang paling dibutuhkan negara,” ujar Stella, Rabu (24/9), dikutip dari kumparanBisnis.

(SLT)