Konten dari Pengguna

Makna Desain Istana Garuda di IKN dan Pemilihan Warnanya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan instalasi pedestrian dengan latar belakang Istana Negara dan Istana Garuda di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (9/8/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan instalasi pedestrian dengan latar belakang Istana Negara dan Istana Garuda di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (9/8/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Desain Istana Garuda menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial baru-baru ini. Banyak yang bilang kalau desainnya terkesan gelap dan mistis. Sebenarnya, apa makna di balik desain tersebut?

Dikutip dari Antara, makna desain Istana Garuda nampak memeluk Ibu Kota Nusantara (IKN). Nyoman Nuarta selaku desainer membuat desain tersebut karena terinspirasi sosok burung Garuda yang menjadi lambang negara Indonesia.

Dengan sayapnya yang kokoh, burung garuda dapat memeluk dan melindungi bangsa Indonesia. Kebetulan, bangunan Istana Garuda tersebut dibuat dari baja yang tahan terhadap perubahan cuaca, sehingga menampilkan kesan yang penuh dengan kewibawaan.

“Jadi kalau itu menjadi aura mistis dan segala macam, ya itu terserah masing-masing lah, tapi kita membuat istana itu agar berwibawa. Kita butuh wibawa itu,” kata Nyoman dikutip dari Antara, Minggu (11/8).

Tidak hanya itu, Nyoman Nuarta juga mempertimbangkan makna filosofis di baliknya. Agar tidak salah menafsirkan, simak penjelasan tentang makna desain Istana Garuda selengkapnya dalam artikel berikut.

Makna Desain Istana Garuda dan Pilihan Warnanya

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan instalasi pedestrian dengan latar belakang Istana Negara dan Istana Garuda di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (9/8/2024). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Desain Istana Garuda merupakan hasil kreasi orisinal milik Nyoman Nuarta. Ia mengaku tidak meniru desain bangunan yang ada di seluruh dunia.

Sebagai perancang, Nyoman ingin memberikan yang terbaik untuk Tanah Air. Menurutnya, dengan membuat karya orisinal, ia telah menjungjung tinggi harga diri bangsa Indonesia.

Kendati demikian, tetap ada segelintir masyarakat yang kurang menyukai desain milik perancang Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) tersebut. Mereka menyebut bahwa desain Istana Garuda terkesan gelap dan mistis. Alih-alih mirip garuda, bangunan tersebut justru lebih mirip dengan kelelawar.

Meski mendapatkan kritik pedas, Nyoman tak begitu memedulikannya. Menurutnya, kesan yang diberikan masyarakat terhadap desain Istana Garuda dihasilkan dari interpretasi yang beragam. Jadi, tak masalah apabila ada yang mengkritik desainnya.

Namun, Nyoman menegaskan bahwa kritik tersebut hendaknya disampaikan dengan benar dan bersifat konstruktif. Masyarakat juga diminta untuk tidak mengaitkan desain tersebut dengan isu ras, suku, dan agama tertentu.

Nyoman Nuarta dan design Istana Garuda. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Tidak hanya struktur bangunan, warna desain Istana Garuda juga menjadi sorotan netizen. Mereka menganggap bahwa kerangka bangunan Istana Garuda memiliki nuansa yang gelap dan suram.

Merespons hal tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa hal tersebut wajar. Karena Nyoman Nuarta selaku perancang sudah mempertimbangkan warna bangunannya dengan matang. Ia memilih baja berwarna hitam yang seiring waktu bisa berubah menjadi hijau.

“Kalau menurut apa, Pak Nyoman Nuarta, itu kalau nanti kena oksidasi berubah jadi hijau seperti GWK,” jelas Basuki.

Jadi, warna hitam tersebut bukanlah warna final. Sebab, Istana Garuda dirancang dari perunggu yang diberi cairan khusus. Jadi, butuh waktu cukup lama untuk mengalami perubahan warna tersebut.

Baca juga: Rangkaian Jadwal Kegiatan HUT Ke-79 RI di IKN dan Jakarta

(MSD)