Memahami Apa Itu Blue Economy dan Manfaat Jangka Panjangnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari laut dan perairan yang menyimpan kekayaan melimpah. Mulai dari sumber daya ikan, energi, hingga jalur perdagangan strategis. Tak heran, laut menjadi salah satu aset paling penting bagi keberlangsungan hidup bangsa.
Melihat betapa pentingnya laut bagi perekonomian global dan nasional, sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara berkelanjutan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, konsep blue economy atau ekonomi biru hadir sebagai pendekatan strategis yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi saat ini, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan blue economy, dan manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari penerapannya? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Blue Economy?
Mengutip laman Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), blue economy merupakan strategi mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya laut secara inklusif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan ini, kekayaan laut dapat dimanfaatkan secara terkontrol tanpa merusak ekosistemnya. Hasilnya, laut tetap produktif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Blue economy sendiri memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari perikanan, energi terbarukan, pariwisata bahari, transportasi laut, pengelolaan limbah, hingga upaya menghadapi perubahan iklim. Jika dikelola dengan bijak, seluruh sektor ini bahkan dapat mendukung tercapainya kesejahteraan nasional.
Adapun menurut laman Universitas Negeri Surabaya, prinsip utama dalam blue economy adalah keberlanjutan. Artinya, setiap sektor yang bergantung pada laut, mulai dari perikanan, energi, hingga pariwisata, perlu dikelola dengan bijaksana agar ekosistem tetap terjaga.
Misalnya, praktik penangkapan ikan berlebihan (overfishing) perlu ditekan untuk melindungi keseimbangan laut. Di sisi lain, pengembangan pariwisata pesisir yang ramah lingkungan juga perlu diterapkan untuk melindungi keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Manfaat Blue Economy
Penerapan blue economy tentu memberikan banyak nilai positif, baik bagi manusia maupun lingkungan. Berikut beberapa manfaat blue economy yang dirangkum dari laman Sustainability For All.
1. Meningkatkan Kesejahteraan dan Pemerataan Sosial
Ekonomi biru membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, nelayan, hingga negara. Dengan pengelolaan laut yang bijak, kesejahteraan masyarakat meningkat sekaligus menciptakan pemerataan akses terhadap sumber daya.
2. Mitigasi Perubahan Iklim
Blue economy membantu mengurangi dampak perubahan iklim melalui pengembangan energi terbarukan di lautan lepas, dekarbonisasi transportasi maritim, dan ekologi pelabuhan yang ramah lingkungan.
3. Pelestarian Biodiversitas dan Infrastruktur Hijau
Pembangunan infrastruktur hijau di kawasan pesisir mampu menjaga keanekaragaman hayati dan lanskap alam. Hal ini juga mendukung pariwisata dan pertumbuhan ekonomi pesisir.
4. Pemanfaatan Sumber Daya Laut Secara Berkelanjutan
Blue economy membuka peluang untuk memproduksi sumber daya ekonomi dari lautan. Selain itu, konsep ini juga memulihkan ekosistem yang rusak dengan memperkenalkan teknologi inovatif untuk pengelolaan laut yang efisien dan berkelanjutan.
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa, namun baru kurang dari 1% yang dimanfaatkan. kumparan Green Initiative Conference 2025 hadir sebagai forum lintas sektor untuk mendorong pemanfaatan sumber energi ini demi tercapainya kedaulatan energi bersih. Bergabung pada 17–18 September 2025 di Hotel Borobudur Jakarta. Daftar sekarang di 🔗kum.pr/gic2025.
Baca Juga: Apa Itu Sustainable Living? Ini Penjelasan dan Contoh Penerapannya
(ANB)
