Konten dari Pengguna

Memahami Arti Blackout Listrik dan Penyebabnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Blackout Listrik. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Blackout Listrik. Foto: Shutter Stock

Belakangan ini, istilah blackout kerap terdengar saat terjadi pemadaman listrik di suatu wilayah. Penggunaan istilah blackout alih-alih mati lampu seperti yang selama ini digunakan tentunya menimbulkan pertanyaan tentang arti blackout listrik.

Faktanya, meskipun blackout memang merujuk pada kondisi mati lampu atau mati listrik, tapi maknanya cukup berbeda dan lebih spesifik. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Arti Blackout Listrik

Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Dikutip dari laman Military, istilah blackout merujuk pada pemadaman listrik secara mendadak dengan jangkauan luas karena hilangnya tegangan pada jaringan listrik. Jangkauan pemadamannya bisa meliputi satu kota hingga negara.

Berbeda dengan kondisi mati lampu pada umumnya, blackout menggambarkan kejadian mati listrik dalam skala yang lebih parah. Gangguannya terjadi secara luas sehingga pemulihannya sering kali lebih sulit. Akibatnya, blackout bisa berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari, hingga berminggu-minggu.

Agar lebih memahami arti blackout, simak ciri-cirinya berikut ini:

  • Pemadaman listrik terjadi secara mendadak atau tak terencana;

  • Mencakup wilayah yang luas, seperti distrik, kota, atau bahkan negara;

  • Dapat berlangsung dalam beberapa menit hingga beberapa minggu;

  • Sering kali memiliki konsekuensi serius bagi infrastruktur dan penduduk;

  • Menyebabkan kerugian ekonomi dan finansial.

Penyebab Blackout

Ilustrasi blackout. Foto: Shutter Stock

Penyebab blackout sangat beragam, tapi sering kali karena kegagalan pada sistem tenaga listrik. Misalnya, kerusakan pada jaringan transmisi, gardu transformator, atau pembangkit listrik.

Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan badai, angin kencang, atau gelombang panas juga dapat membebani jaringan listrik sehingga menyebabkan pemadaman. Berikut ini rincian penyebab blackout:

  • Bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran;

  • Kesalahan teknis yang tidak disengaja karena kelalaian manusia;

  • Tindakan manusia yang disengaja, seperti serangan teroris, atau serangan siber terhadap infrastruktur energi,

  • Infrastruktur energi yang sudah tua sehingga terjadi kegagalan listrik secara acak.

Jenis-Jenis Pemadaman Listrik

Mengutip Constellation, selain blackout, ada tiga jenis pemadaman listrik lain yang umum terjadi, yakni:

  • Gangguan permanen. Terlepas dari namanya, gangguan permanen sebenarnya tidak berlangsung selamanya. Gangguan ini terjadi karena ada arus yang tidak normal atau tidak seimbang. Setelah gangguan diperbaiki, listrik akan kembali menyala. Disebut 'gangguan permanen' karena masalahnya tidak dapat selesai atau kembali normal tanpa penanganan manusia.

  • Pemadaman sebagian (brownout). Kondisi ini ditandai dengan penurunan tegangan sementara sehingga terjadi pemadaman di sebagian wilayah. Biasanya pemadaman sebagian berlangsung singkat. Jenis pemadaman ini dapat mencegah jaringan listrik kelebihan beban dan mengalami blackout.

  • Pemadaman bergilir. Sesuai namanya, pemadaman dilakukan secara bergilir di sejumlah wilayah untuk mengurangi tekanan pada jaringan listrik. Tekanan itu dapat terjadi karena permintaan sangat tinggi, ada gangguan pasokan, atau masalah infrastruktur. Jenis pemadaman ini bersifat terencana dan biasanya diumumkan dari beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Listrik Batam Kembali Normal usai Terganggu Hewan Liar di Gardu Induk

(DEL)