Mengapa Populasi Gajah Sumatera Semakin Menyusut? Ini Penyebabnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Populasi gajah Sumatera terus mengalami penyusutan dan kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Organisasi World Wide Fund for Nature (WWF) menyatakan bahwa status konservasi gajah Sumatera telah meningkat dari terancam punah menjadi kritis.
Pada tahun 2013, populasi gajah Sumatera di alam liar diperkirakan hanya tersisa sekitar 2.400 hingga 2.800 ekor. Jumlah tersebut bahkan diprediksi terus menurun hingga sekitar 50 persen dibandingkan dengan populasi pada 1985.
Para ilmuwan pun memperingatkan bahwa jika tren penurunan ini terus berlangsung, gajah Sumatera berisiko punah di alam liar dalam waktu kurang dari 30 tahun. Lantas, mengapa populasi gajah Sumatera semakin menyusut? Simak beberapa faktor utama yang menjadi penyebabnya berikut ini.
Alasan Mengapa Populasi Gajah Sumatera Semakin Menyusut
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan populasi gajah Sumatera terus menyusut. Dihimpun dari artikel ilmiah berjudul Analisis Kerusakan Habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dalam Perspektif Ilmu Lingkungan oleh Aida Nur Kholsuma dan Husamah, Universitas Muhammadiyah Malang, berikut beberapa faktor penyebabnya:
1. Pembukaan Hutan
Pembukaan hutan untuk dijadikan kawasan permukiman, pertanian, dan perkebunan telah menyebabkan hilangnya habitat alami gajah Sumatera secara signifikan. Dampaknya, satwa ini kesulitan memperoleh sumber pakan, air, dan tempat berlindung yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, tekanan ekologis yang dihadapi gajah Sumatera akan semakin besar. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu kelangsungan hidup sekaligus mempercepat penurunan populasinya.
2. Konflik Manusia-Gajah
Alih fungsi lahan yang begitu masif juga memutus koridor jelajah alami gajah Sumatera. Kondisi tersebut memaksa gajah berpindah ke wilayah yang didominasi aktivitas manusia, seperti lahan pertanian dan perkebunan.
Perpindahan itu meningkatkan potensi terjadinya konflik antara manusia dan gajah. Akibatnya, tak jarang, gajah dianggap sebagai hama karena merusak tanaman sehingga menjadi sasaran perburuan atau bahkan dibunuh.
3. Perburuan Ilegal
Perburuan ilegal juga menjadi salah satu penyebab utama menurunnya populasi gajah Sumatera. Meski memiliki gading yang lebih kecil dibandingkan gajah Afrika, satwa ini tetap diburu untuk diambil gadingnya yang memiliki nilai ekonomi.
Praktik perburuan tersebut tidak hanya mengurangi jumlah individu di alam liar, tetapi juga menghambat upaya pelestarian gajah sumatera.
Baca Juga: 6 Makanan Gajah Sehari-hari yang Aman dan Mudah Dijumpai
Upaya Perlindungan Gajah Sumatera
Berbagai pihak terus melakukan upaya untuk melindungi gajah Sumatera dari ancaman kepunahan. Mengutip situs Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia, berikut sejumlah langkah yang dilakukan untuk menjaga kelestarian satwa tersebut:
Melindungi hutan yang tersisa sekaligus memulihkan kawasan hutan yang telah mengalami kerusakan.
Mengurangi konflik manusia dan gajah melalui pemasangan pagar listrik ramah satwa, penerapan sistem peringatan dini, patroli mitigasi konflik, dan edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Memperkuat penegakan hukum dengan meningkatkan patroli hutan, menyelidiki kasus perdagangan gading, dan menindak pelaku perburuan ilegal.
Merehabilitasi gajah yang menjadi korban konflik dengan manusia agar dapat kembali hidup dengan baik.
Mendorong praktik industri yang berkelanjutan untuk membantu menekan laju deforestasi dan menjaga kelestarian habitat gajah.
Meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat melalui kampanye, program di sekolah, publikasi media, serta berbagai kegiatan komunitas mengenai pentingnya peran gajah Sumatera dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Mendukung kebijakan perlindungan lingkungan, termasuk penerapan tata ruang yang berkelanjutan, aturan anti-deforestasi, dan perlindungan satwa liar.
(NSF)
