Pancaroba di Jakarta Sampai Kapan? Ini Prediksi BMKG

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musim pancaroba masih berlangsung di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau ini ditandai dengan cuaca yang tidak menentu.
Merujuk pada laman resmi BMKG, masa pancaroba berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga petir dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Secara umum, masa peralihan ini berlangsung selama beberapa pekan sebelum memasuki musim kemarau secara bertahap. Meskipun curah hujan mulai berkurang, potensi hujan lebat secara tiba-tiba masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.
Lantas, kapan pancaroba di Jakarta akan berakhir? Berikut prediksi dari BMKG terkait peralihan musim menuju kemarau 2026.
Perkiraan Masa Pancaroba 2026 di Jakarta
Berdasarkan laporan Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia, periode pancaroba tahun 2026 diperkirakan berlangsung sejak Maret hingga sekitar Mei 2026. Setelah itu, sebagian besar daerah akan mulai beralih ke musim kemarau secara bertahap.
BMKG menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau pada periode berikut:
April sebanyak 114 ZOM (16,3 persen)
Mei sebanyak 184 ZOM (26,3 persen)
Juni 2026 sebanyak 163 ZOM (23,3 persen)
Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprakirakan awal musim kemarau akan dimulai pada bulan Mei. Terdapat dua Zona Musim (ZOM) di kawasan ini, yaitu BantenDKI 15 dan BantenDKI 16, yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih cepat sekitar satu dasarian dibandingkan rata-rata klimatologisnya.
Rincian awal musim kemarau di wilayah tersebut adalah sebagai berikut:
1. ZOM BantenDKI 15
Diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian pertama Mei. Wilayah cakupannya meliputi:
Jakarta Barat: Kebon Jeruk, Kembangan, Palmerah
Jakarta Pusat: Cempaka Putih, Johar Baru, Menteng, Senen, Tanah Abang
Jakarta Timur: Jatinegara, Makasar, Pulogadung, Matraman
Jakarta Selatan: Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Setia Budi, Tebet
2. ZOM BantenDKI 16
Diperkirakan menyusul pada dasarian kedua Mei. Wilayah cakupannya meliputi:
Jakarta Selatan: Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagakarsa, Pasar Minggu
Jakarta Timur: Cipayung, Kramat Jati, Ciracas, Pasar Rebo
Imbauan BMKG untuk Menghadapi Musim Pancaroba
Melihat dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Dikutip dari unggahan Instagram @infobmkg, berikut imbauan yang bisa disimak:
Masyarakat dan pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Waspada terhadap risiko pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan air, serta sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh.
Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu perlu menjadi perhatian dalam merencanakan berbagai aktivitas, seperti perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruangan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan cuaca ekstrem melalui kanal resmi BMKG seperti situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial @infobmkg.
Baca Juga: BMKG: Dampak El Nino Lemah hingga Moderat, Kemarau di Indonesia Lebih Panjang
(ANB)
