Konten dari Pengguna

Paskibraka HUT ke-81 RI Dikukuhkan pada 15 Agustus, Ini Persiapannya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bendera merah putih berkibar saat terjadinya Halo Matahari di Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, Jumat (28/8/2020). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Bendera merah putih berkibar saat terjadinya Halo Matahari di Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, Jumat (28/8/2020). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional mulai menjalani geladi di Istana Merdeka menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Berbagai persiapan terus dimatangkan sebelum 76 anggota Paskibraka dari 38 provinsi dikukuhkan pada 15 Agustus 2026.

Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan sesuai rencana. Namun, selama proses latihan masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi dan disempurnakan.

Evaluasi dilakukan agar para anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas penting mereka secara maksimal saat mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Lantas, apa saja hal-hal yang masih harus dievaluasi dalam persiapan Paskibraka HUT ke-81 RI? Berikut informasi selengkapnya.

Gladi Kotor Jelang Pengukuhan Paskibraka HUT ke-81 RI

Ilustrasi upacara bendera HUT RI. Foto: Unspalsh

Dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara RI, berikut rangkaian gladi kotor yang digelar sebagai bagian dari persiapan pengukuhan Paskibraka dan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI:

Persiapan Upacara Mulai Memasuki Tahap Gladi Kotor

Menjelang pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional, persiapan upacara peringatan HUT ke-81 RI terus dimatangkan melalui sejumlah tahapan latihan. Salah satunya adalah pelaksanaan gladi kotor di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sejak pukul 08.00 WIB, gladi kotor rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (12/8/2026).

Demo Udara Libatkan 81 Pesawat dan Helikopter

Dalam gladi tersebut, demo udara yang melibatkan sekitar 81 pesawat dan helikopter milik TNI turut ditampilkan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan latihan ini menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan sesuai rencana.

“Hari ini kita lanjut untuk latihan gladi kotor. Tadi mulai jam pukul 8 sudah kita mulai. Nah, baru saja juga kita saksikan termasuk latihan untuk demo udara yang diikuti oleh kurang lebih 81 baik pesawat maupun helikopter yang kita miliki,” ucap Prasetyo dalam keterangannya usai mengikuti gladi kotor pertama.

Apresiasi untuk Para Penerbang TNI

Pesawat tempur F-16 TNI AU terbang membentuk formasi saat mengikuti gladi kotor Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Prasetyo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerbang yang terlibat dalam pelaksanaan demo udara. Menurutnya, kemampuan para penerbang dalam mengoperasikan berbagai jenis pesawat dan helikopter menunjukkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam mendukung pelaksanaan upacara kenegaraan.

“Meskipun masih bersifat latihan, kami juga ingin menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh personil TNI. Terutama yang para pilot kita, penerbang kita yang menerbangkan baik pesawat tempur, pesawat A400 maupun heli yang itu mempertaruhkan keselamatan, tapi kita merasakan terbang dengan penuh kebanggaan,” katanya.

Paskibraka Membutuhkan Penyesuaian Lapangan

Selain demo udara, evaluasi juga dilakukan terhadap kesiapan anggota Paskibraka yang akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 RI. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal teknis yang masih perlu disesuaikan selama latihan.

Adapun sejumlah penyesuaian yang dilakukan terhadap persiapan Paskibraka meliputi:

  • Kondisi lapangan Istana: Rumput di lapangan Istana dinilai cukup tebal sehingga para anggota Paskibraka membutuhkan penyesuaian saat berlatih.

  • Penambahan porsi latihan: Para pelatih meminta tambahan waktu latihan agar anggota Paskibraka dapat semakin terbiasa dengan kondisi lapangan.

  • Gladi parsial dan gladi puncak: Penambahan latihan akan dilakukan untuk gladi parsial maupun gladi puncak, meski waktunya berada di luar jadwal awal.

“Secara teknis nih, keras rumputnya atau lapangannya. Nah di Istana cukup tebal, jadi butuh sedikit penyesuaian. Jadi tadi para pelatih minta izin untuk menambah porsi latihan dan tadi langsung, kami sebagai penanggung jawab, kami akan izinkan meskipun di luar jadwal yang awal, untuk baik gladi parsial maupun gladi puncaknya,” ujar Prasetyo.

Baca Juga: Mimpi Dua Paskibraka DKI: Kibarkan Merah Putih hingga Sekolah Kedinasan

(ANB)