Wisata Bromo Kapan Buka Lagi? Ini Informasi Terbarunya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terjadi sejak 3 Agustus 2026 telah berhasil dipadamkan pada Jumat (14/8) pagi. Kejadian ini membuat kawasan wisata Bromo ditutup total untuk pengunjung.
Sebelumnya, Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan kawasan wisata Bromo diperpanjang hingga 15 Agustus 2026. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @bbtnbtsbromotenggersemeru.
Namun, hingga Selasa (18/8), sejumlah kawasan wisata Bromo yang terdampak kebakaran masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat selama proses penanganan kawasan berlangsung.
Lantas, wisata Bromo kapan buka lagi? Simak informasi terbarunya di bawah ini.
Bromo Kapan Buka Lagi?
Berikut perkembangan terbaru mengenai pembukaan wisata Gunung Bromo setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil dikendalikan:
Wisata Bromo Masih Ditutup
Wisata Gunung Bromo masih ditutup sementara meski kebakaran di kawasan TNBTS telah berhasil dikendalikan. Penutupan dilakukan karena Manggala Agni bersama BBTNBTS, TNI, Polri, BPBD Jawa Timur, relawan, dan masyarakat masih melakukan pendinginan serta penyisiran di area bekas terbakar.
Mengutip laman Instagram @gakkum_kehutanan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala. Meski kobaran api sudah tidak terlihat, bara masih berpotensi bertahan di lapisan serasah dan vegetasi bekas terbakar.
Tim juga mewaspadai pusaran angin lokal yang dapat membawa bara ke area lain. Oleh karena itu, personel yang telah bekerja di lapangan selama hampir dua pekan masih terus melakukan pemantauan.
Pengendalian karhutla di Bromo sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah pencegahan menghadapi musim kemarau. Upaya tersebut mencakup:
Deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
Respons cepat saat titik api ditemukan.
Penguatan kesiapan personel dan peralatan Manggala Agni.
Kolaborasi dengan masyarakat dan relawan di tingkat tapak.
Hal senada juga disampaikan Komandan Korem (Danrem) 083/Bhaladika Jaya sekaligus Dansektor Karhutla, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan. Ia mengatakan pembukaan wisata belum direkomendasikan karena masih terdapat potensi bara di area bekas kebakaran.
"Hanya satu saja, tidak mudah sesuatu yang menyebabkan ini finishing, wajar kalau ada titik-titik asap sisa pembakaran di dalam tanah, bukan terlihat, perlu waktu, perlu ruang," kata Wahyu, Minggu (16/8), sebagaimana dikutip dari laman kumparanNEWS.
Ratusan Personel Lanjutkan Pendinginan
Ratusan personel gabungan masih bersiaga di empat wilayah untuk menyisir kawasan TNBTS melalui jalur darat. Penyisiran dilakukan untuk mendeteksi titik panas atau bara yang berpotensi muncul di bawah vegetasi.
Namun, proses pendinginan menghadapi sejumlah kendala karena beberapa titik rawan berada di kawasan tebing dan jauh dari sumber air. Mobil tangki serta pipa penyalur air tetap disiagakan untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut.
"Situasinya sangat amanlah, tinggal kami meminta waktu karena wilayah jalannya kan wilayah Kabupaten Pasuruan, kami minta tempat atau jalan untuk kendaraan pemadam kebakaran, atau tangki-tangki air untuk membasahi untuk pendinginan yang memang tempatnya sulit," jelas Wahyu.
Kapan Bromo Dibuka Kembali?
Hingga saat ini, belum ada tanggal pasti maupun pengumuman resmi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengenai pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menunggu rekomendasi dari Satgas Karhutla yang menyatakan kawasan telah aman, sebelum pembukaan kembali diputuskan secara resmi oleh Menteri Kehutanan.
Baca Juga: Wisata Gunung Bromo Masih Tutup Meski Kebakaran Telah Padam, Ini Alasannya
(ANB)
