Konten dari Pengguna

Bacaan Injil Senin 15 September 2025, Yohanes 19:25-27

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bacaan Injil Senin 15 September 2025. Sumber: Unsplash/Tim Wildsmith
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bacaan Injil Senin 15 September 2025. Sumber: Unsplash/Tim Wildsmith

Bacaan Injil Senin 15 September 2025 akan dibacakan sebagai bagian dari misa dan liturgi harian dalam gereja Katolik. Bacaan Injil ini bertujuan untuk memperkuat iman umat dan memberikan panduan hidup.

Bagi umat Katolik, Alkitab adalah wahyu dari Tuhan yang menjadi pentunjuk dan panduan hidup. Dengan rutin membacanya, maka umat akna jadi tahu apa yang Tuhan inginkan untuk manusia perbuat.

Bacaan Injil Senin 15 September 2025 dari Kitab Yohanes

Ilustrasi bacaan Injil Senin 15 September 2025. Sumber: Unsplash/Chris Liu

Bacaan Injil dipilih berdasarkan kalender liturgi dan dibacakan secara berkala, bukan hanya pada hari Minggu saja, tetapi untuk memungkinkan umat merenungkan ajaran Kristus setiap hari.

Berdasarkan kalender liturgi Katolik, hari ini adalah Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita. Untuk itu, bacaan Injil Senin 15 September 2025 diambil dari Kitab Yohanes 19:25-27. Berikut ini bunyi lengkapnya.

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, isteri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.

Sesuai dengan kalender liturgi Katolik hari ini yang merupakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita, bacaan Inji hari ini mengisahkan tentang Bunda Maria yang berdiri di kaki salib, menyaksikan penderitaan dan wafat Putranya, Tuhan Yesus.

Di tengah kepedihan hatinya yang begitu mendalam, Bunda Maria tetap berdiri teguh di samping salib Yesus. Maria tidak lari dari penderitaan, tetapi hadir bersama Anak-Nya hingga akhir. Inilah wujud iman yang kokoh, cinta yang tak tergoyahkan, dan pengorbanan yang mendalam.

Dari salib itu, Tuhan Yesus menyerahkan murid yang dikasihi kepada Bunda Maria, dan Bunda Maria kepada murid itu. Sejak saat itu, Bunda Maria bukan hanya ibu Yesus, tetapi juga ibu bagi seluruh Gereja, ibu semua murid-murid Kristus.

Baca juga: Lirik Lagu Rohani Paskah Karya Terbesar dan Karena Salibmu

Melalui bacaan Injil Senin 15 september 2025, umat Katolik dapat belajar dari kesetiaan Bunda Maria di tengah penderitaan. Umat juga kembali diingatkan bahwa iman bukan hanya bersinar di saat sukacita, tetapi juga diuji dalam saat duka dan penderitaan. (ELZ)