Konten dari Pengguna

Rukun dan Syarat Itikaf di Masjid yang Perlu Dipahami

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber: https://unsplash.com/photos/FLtz7WMP6XE
zoom-in-whitePerbesar
sumber: https://unsplash.com/photos/FLtz7WMP6XE

Memperhatikan rukun dan syaraf itikaf menjadi hal yang patut kamu pertimbangkan untuk merapal doa. Terlebih ketika memasuki bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Itikaf di bulan Ramadhan tentu memiliki fadilah yang besar untuk menambah pahala dan ketenangan diri dalam menghadapi segala hal.

Rukun dan Syaraf Itikaf

Dilansir dalam buku berjudul Fase Kepompong yang Menakjubkan karya Lifa Mira (Elex Media Komputindo: 2019) mengibaratkan bahwa Ramadhan adalah kepompong. Di dalamnya terdapat syarat dan rukun itikaf pada minggu terakhir di bulan Ramadhan antara lain sebagai berikut.

  1. Beragama Islam

  2. Mumayiz atau cukup usia (baligh)

  3. Suci dari hadast besar (junub, haid, nifas)

  4. Niat melakukan itikaf

  5. Berada di dalam masjid

Itikaf atau berdiam diri wajib dilakukan di dalam masjid agar terpenuhi syarat dalam beritikaf. Bila ia bernadzar, maka itikaf dengan waktu yang dinadzarkan. Bila tidak dalam ikatan nadzar, tidak ada aturan yang mengikat mengenai durasi waktu yang dilakukan.

Sunnah Ketika Itikaf

Adapun beberapa ibadah yang bisa kamu lakukan ketika beritikaf di masjid adalah sebagai berikut.

  • Melakukan ibadah sunnah : sholat, membaca Alquran, berzikir kepada Allah. Sibukkan dirimu dengan kalamullah yang mengandung banyak pahala di dalamnya.

  • Menuntut ilmu atau mengkaji ilmu syar’i

  • Hendaknya melakukan itikaf atas kemauan sendiri, bukan karena paksaan orang lain.

  • Bila dilakukan menjelang sholat wajib, fokuskan diri untuk mendengarkan adzan, berdoa setelah adzan, dan lainnya.

Anjuran untuk Itikaf pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Diriwayatkan dari Aisyah ra: “Apabila telah masuk pada 10 hari terakhir (bulan Ramadhan), maka Rasulullah selalu menghidupkan malah dengan ibadah. Dan membangunkan keluarganya dan mengikatkan sarungnya (tidak menggauli istrinya).” (HR. Bukhori Muslim)

Hadist di atas tak hanya berlaku untuk ibadah puasa saja, tetapi juga amalan sunnah termasuk itikaf. Sepuluh hari terakhir adalah waktu yang tepat untuk memohon ampunan dan berkah, sehingga amalan selama bulan Ramadhan tidak berakhir sia-sia.

Dengan memahami dan mengamalkan syarat dan rukun itikaf, seseorang akan bisa menjalankan kesendiriannya dalam beribadah dengan lebih khusyuk. Itikaf dengan kekhusyukan akan menambah keikhlasan dalam berdoa kepada Allah. Tentu saja hal ini akan berpengaruh pada percepatan pengabulan doa-doa yang kamu panjatkan.(ANG)