Tujuan Mustafa Kemal Ataturk Menghapus Sistem Kekhalifahan pada Tahun 1924

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mustafa Kemal Ataturk adalah tokoh terkenal dari Turki yang menghapus sistem kekhalifahan. Tujuan Mustafa Kemal Ataturk menghapus sistem kekhalifahan pada tahun 1924 adalah untuk membangun Turki sebagai negara sekuler dan modern.
Penghapusan sistem kekhalifahan menandai lahirnya era baru di Turki. Adanya penghapusan tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah baru di dunia.
Memahami Tujuan Mustafa Kemal Ataturk Menghapus Sistem Kekhalifahan pada Tahun 1924
Turki Utsmani adalah benteng terakhir umat Islam di dalam bingkai sistem kekhalifahan sebelum akhirnya diruntuhkan oleh Mustafa Kemal Ataturk. Dikutip dari buku Atatürk: Father of the Republic of Turkey, Gawrych (2023:1), Mustafa Kemal Atatürk (1881–1938) menonjol sebagai salah satu negarawan dan pemimpin utama abad kedua puluh.
Kehancuran sistem kekhalifahan Turki Utsmani dilatarbelakangi oleh faktor internal dan eksternal. Sebelum “diluluhlantakan” oleh Ataturk, Turki Utsmani sebenarnya sudah mulai hancur di abad ke-18 Masehi. Pada abad tersebut, syariat Islam mulai ditinggalkan.
Selain itu, ide-ide barat tentang liberalisme, sekularisme, dan nasionalisme memicu kehancuran sistem kekhalifahan. Lantas, apa tujuan dari Ataturk menghapus sistem tersebut?
Salah satu tujuan Mustafa Kemal Ataturk menghapus sistem kekhalifahan pada tahun 1924 adalah untuk membangun Turki sebagai negara sekuler dan modern. Berikut penjelasan dan tujuan lainnya.
1. Memisahkan Agama dari Pemerintahan
Tujuan Mustafa Kemal Ataturk menghapus kekhalifahan yang pertama adalah membuat Turki menjadi negara sekuler. Sistem kekhalifahan dianggap sebagai simbol kekuasaan Islam global.
Kekhalifahan tersebut mencampur antara agama dan politik. Setelah sistem tersebut dihapus, agama tidak lagi menjadi dasar dalam pengambilan langkah atau keputusan politik.
2. Mendorong Modernisasi dan Westernisasi
Tujuan lainnya adalah mendorong modernisasi dan westernisasi. Setelah dihapus, Ataturk mengganti alfabet Arab menjadi Latin. Selain itu merombak sistem pendidikan yang lama, memberikan hak yang lebih besar kepada perempuan, serta mengadopsi hukum dan gaya hidup barat. Modernisasi dan westernisasi bertujuan agar Turki dapat bersaing dengan negara Eropa lainnya.
3. Menghapus Simbol Kesultanan Utsmaniyah
Sistem khalifah adalah warisan dari Kesultanan Utsmaniyah. Ataturk menghapus sistem tersebut untuk membangun identitas nasional yang baru Ataturk juga ingin negara tersbut lepas dari kekuasaan monarki absolut.
Baca juga: Sejarah Lahirnya Daulah Usmaniyah di Turki
Tujuan Mustafa Kemal Ataturk menghapus sistem kekhalifahan pada tahun 1924 adalah membangun Turki yang modern, nasionalis, dan sekuler. Semoga penjelasan tadi dapat menambah wawasan seputar sejarah dunia. (FAR)
