Konten dari Pengguna

Waspada IndoXXI dan LK21, Bahaya Download Film Bajakan di Situs Ilegal

Berita Unik

Berita Unik

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menonton film. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menonton film. Foto: Shutterstock

Ditutupnya situs IndoXXI dan LK21 membawa angin segar bagi industri kreatif, terutama industri perfilman. Langkah ini menutup akses download film ilegal via situs-situs yang tidak bertanggungjawab.

Mendengar kata download film gratis memang menggiurkan, namun itu sebenarnya ada risiko perbuatan melanggar hukum. Selain itu, orang yang melakukan download film bajakan juga berpeluang mendapatkan kerugian dalam ranah digital, mulai dari malware hingga peretasan data.

Berikut ini ancaman yang mungkin ditimbulkan jika terus mengunjungi situs streaming film bajakan seperti IndoXXI dan LK21.

1. Pengumpulan Data

Saat ini data menjadi barang yang amat mahal jika seseorang mampu mengolahnya. Sebagai contoh, perusahaan teknologi seperti Google, Facebook, dan lain-lain bertumbuh pesat akibat kemampuan mereka mengolah data penggunanya.

Sayangnya, begitu berharganya data seseorang, baik yang bersifat pribadi ataupun umum, membuat banyak orang mengambilnya secara ilegal. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kebiasaan orang mengunduh dokumen di situs-situs yang tidak kredibel.

Ketika kamu mengunjungi situs yang menawarkan dokumen atau film gratis, besar kemungkinan situs tersebut dirancang untuk dapat menyimpan seluruh data pribadi kamu, loh!

Saat mengunjungi situs, bisa jadi pengelola situs akan menyimpan Internet Protocol atau IP Address kamu. Data tersebut memungkinkan orang tidak bertanggungjawab untuk mengakses isi dari perangkat kamu dari jarak jauh! Ada banyak cara yang bisa dilakukan hacker untuk membobol data.

2. Peretasan Akun

Jika komputer atau HP yang tercuri datanya tidak memiliki data pribadi yang penting mungkin pencurian data tidak akan berdampak banyak. Tapi, itu bukanlah kondisi yang dimiliki kebanyakan orang saat ini.

Ingatlah kembali kapan kamu mengakses akun perbankan kamu via HP atau komputer. Orang di balik situs-situs gelap tersebut bisa saja mengakses akun dan password perbankan kamu. Pembobolan rekening pun terjadi dan jutaan rupiah bisa melayang begitu saja.

Bukan hanya rekening, akun media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya, juga perlu diperhatikan. Akun-akun tersebut dapat dengan mudah diretas oleh orang lain yang telah memiliki akses ke komputer kamu hanya karena kamu pernah masuk ke situs mereka!

Belum lagi percakapan pribadi antara kamu dan teman atau keluarga di aplikasi seperti WhatsApp dan LINE. Peretas dapat dengan mudah melihat, membaca, bahkan membagikan isinya tanpa kamu ketahui.

Ilustrasi seorang hacker. Foto: Pixabay

3. Malware

Malicious Software atau Malware adalah program jahat yang bertujuan buruk bagi perangkat komputer kamu. Malware dapat masuk bersamaan dengan film atau dokumen lain yang kamu download dari situs yang tidak terpercaya.

Malware dapat melakukan banyak hal bergantung rencana jahat pelaku. Mungkin saja malware tersebut berisi virus komputer yang akan merusak komputer atau HP. Tapi, ada juga malware yang bersifat lebih jahat lagi.

beberapa kasus juga pernah ditemukan malware yang dapat mengubah komputer kamu menjadi komputer “zombie” bagi seorang hacker.

Komputer “zombie” adalah sebutan bagi komputer yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Seorang hacker akan menggunakan komputer kamu sesuai keinginannya tanpa sepengetahuan kamu.

Biasanya, komputer “zombie” digunakan untuk menambang mata uang digital, bitcoin. Penambangan bitcoin membutuhkan perangkat yang kuat, oleh karena itu seorang hacker memanfaatkan komputer kamu dan korban-korban lainnya untuk mendapatkan bitcoin untuk dirinya.

Jika itu terjadi, kemungkinan perangkat kamu akan menjadi lambat, kehilangan memori, dan hal-hal menggangu lainnya. Selain itu, tidak mungkin juga komputer “zombie” digunakan untuk keperluan yang jauh lebih buruk dan merugikan lagi.

4. Penyedotan Kuota dan Pulsa

Tahukah kamu kalau iklan di internet bisa menyedot hingga 79% dari total kuota kamu? Begitulah hasil penelitian dari Enders Analysis ihwal iklan dan kuota internet.

Setiap unduhan di situs ilegal biasanya akan membawa kamu ke banyak sekali iklan-iklan. Itu akan amat menyedot kuota kamu. Belum lagi jika ternyata iklan-iklan tersebut disusupi oleh malware.

Selain kuota, jika kamu mengunduh film, dokumen, atau aplikasi di smartphone, bisa jadi ada VAS yang disisipi. VAS adalah singkatan dari Value-Added Service yang biasanya dimiliki para penyedia konten.

Saat kamu mengunduh dari situs tidak bertanggungjawab, terkadang akan ada VAS yang secara otomatis terdaftar di HP kamu. Hasilnya, kamu akan berlangganan konten SMS berbayar yang tentunya akan menyedot pulsa kamu.

Jadi, masih mau download film atau dokumen lain dari situs-situs yang tidak jelas asal usulnya?

Ilustrasi SMS di smartphone. Foto: relexahotels via Pixabay

(EDR)