Konten dari Pengguna

Puisi Cita-citaku menjadi Dokter, Guru, Polisi, dan TNI

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Cita-citaku menjadi Dokter, Guru, Polisi, dan TNI. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Cita-citaku menjadi Dokter, Guru, Polisi, dan TNI. Sumber: unsplash.com

Puisi adalah sebuah ungkapan perasaan dalam bentuk ciptaan. Menurut buku Think Smart Bahasa Indonesia oleh Ismail Kusmayadi (2007: 66-68), puisi terdiri atas unsur yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Namun, untuk memahami puisi lebih dalam, perlu diadakan perbedaan unsur-unsurnya. Jadi, unsur puisi tidak dapat dipisahkan tetapi dapat dibeda-bedakan.

Unsur-unsur puisi antara lain:

  1. Tema: Tema adalah ide dasar atau inti dari keseluruhan makna dalam puisi. Munculnya tema tertentu dalam pikiran penyair maka akan menimbulkan dorongan kuat untuk menghasilkan karya puisi sesuai tema tersebut.

  2. Suasana: Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Suasana adalah akibat yang ditimbulkan puisi terhadap jiwa pembaca.

  3. Imaji: Imaji (citraan) adalah gambaran yang disajikan dalam bentuk puisi, baik yang menyentuh indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan sebagainya. Tujuannya adalah agar pembaca benar-benar dapat dibawa memasuki pengalaman yang diungkapkan penyair. Pembaca dapat ikut merasakan dan mengalami serta diajak melihat lebih jelas.

  4. Simbol atau lambang: Simbol adalah upaya menyatakan sesuatu di luar arti kata itu sendiri.

  5. Musikalitas Puisi: Sebuah puisi menarik bukan hanya isinya namun juga karena bunyinya yang indah.

  6. Gaya Bahasa: Dengan bahasa penyair atau sastrawan mengungkapkan keinginan, pikiran, dan perasaannya kepada orang lain secara menarik. Supaya dapat memikat pendengar atau pembaca, setiap penyair memiliki kemampuan sendiri dalam mengolah bahasa.

  7. Amanat: Amanat yang hendak disampikan kepada penyair yang dapat ditelaah setelah kita memahami, tema, rasa, dan nada puisi itu. Amanat tersirat di balik kata-kata yang disusun dan tema yang diungkapkan.

Ilustrasi Puisi Cita-citaku menjadi Dokter, Guru, Polisi, dan TNI. Sumber: unsplash.com

Contoh Puisi untuk Diajarkan pada Anak

Berikut ini adalah contoh puisi dengan tema cita-citaku yang bisa diajarkan pada anak. Puisi pada anak seringkali mempunyai tema dan gaya bahasa yang polos sesuai dengan dunia anak-anak.

Puisi Cita-Citaku

Cita-citaku ingin menjadi dokter.

Dokter pekerjaan yang mulia.

Kalau menjadi dokter aku ingin mengobati orang sakit.

Kalau teman sakit akan kuberi obat.

Cita-citaku ingin menjadi guru

Guru adalah gudangnya ilmu

Supaya bisa menjadi guru aku harus pintar

Supaya pintar aku harus rajin belajar

Cita-citaku menjadi polisi dan TNI

Kalau jadi polisi dan TNI

Semua orang akan ku lindungi

Supaya menjadi polisi dan TNI

Aku harus kuat dan sehat

Ilustrasi Puisi Cita-citaku menjadi Dokter, Guru, Polisi, dan TNI. Sumber: unsplash.com

Itulah penjelasan mengenai puisi dan contoh puisi cita-citaku untuk diajarkan pada anak. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan anda mengenai puisi.(IND)