Konten dari Pengguna

Belajar dari Domba: Cara Unik Dosen UNIDA Bogor Bangun Kemandirian ABK

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari beritafiphal unida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belajar dari Domba: Cara Unik Dosen UNIDA Bogor Bangun Kemandirian ABK
zoom-in-whitePerbesar

Bogor – Tangan-tangan kecil itu tampak antusias menaburkan pakan ke tempat makan domba. Sebagian lainnya memperhatikan cara mencampur bahan pakan, sementara yang lain dengan penuh rasa ingin tahu mengamati tingkah laku ternak. Bagi anak-anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) INSHIRA, Kabupaten Bogor, pengalaman tersebut bukan sekadar mengenal dunia peternakan, melainkan proses belajar untuk menjadi lebih mandiri.

Pengalaman itu hadir melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh tim dosen Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor. Selama Juni hingga Agustus 2026, sebanyak 25–30 peserta aktif mengikuti sesi pembelajaran yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan agar keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan.

Program bertajuk "Pendampingan Pengembangan Kemandirian dan Keterampilan Hidup Anak Berkebutuhan Khusus melalui Edukasi Peternakan Terapan di LKS INSHIRA" merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia berdasarkan Kontrak Nomor 207/C3/DT.05.00/PM/2026 tanggal 13 April 2026.

Ketua tim pengabdian, Dewi Wahyuni, S.Pt., M.Si., menilai bahwa belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Aktivitas sederhana seperti memberi pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga mengenal kebutuhan ternak justru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

"Anak-anak belajar melalui pengalaman langsung. Mereka berlatih bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, belajar bekerja sama, serta membangun rasa percaya diri ketika mampu menyelesaikan setiap kegiatan," kata Dewi.

Tim pelaksanaan program ini yaitu Dewi Wahyuni, S.Pt., M.Si., bersama Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si., dan Megan Asri Humaira, S.S., M.Hum., serta didukung oleh tiga mahasiswa Program Studi Peternakan UNIDA Bogor, yaitu Mazia Nadita, M. Andri Zaenal Mutakin, dan Ikhsan Muhamad Ridho.

LKS INSHIRA yang berlokasi di Jalan Veteran III, Kampung Cibolang RT 01/RW 02, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, saat ini membina sekitar 120 anak dan penyandang disabilitas. Meskipun tidak semua anggota mengikuti program, kegiatan difokuskan pada kelompok peserta aktif agar proses pendampingan berlangsung lebih intensif. Selama pendampingan, peserta tidak hanya mengenal cara memelihara domba, tetapi juga belajar membuat pakan ternak sederhana, memahami kesehatan ternak, serta memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kandang. Bagi tim pengabdian, proses tersebut merupakan sarana untuk menumbuhkan keterampilan hidup yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Apresiasi datang dari pihak LKS INSHIRA yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen dan mahasiswa Universitas Djuanda yang telah mengajarkan anak-anak kami memelihara domba dan membuat pakan ternak. Mereka mendapatkan pengalaman baru, ilmu yang bermanfaat, dan semakin bersemangat mengikuti kegiatan. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan Universitas Djuanda semakin maju serta berkembang," ujar perwakilan LKS INSHIRA.

Bagi UNIDA Bogor, keberhasilan sebuah program pengabdian tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari perubahan positif yang dirasakan masyarakat. Ketika kandang ternak mampu menjadi ruang belajar yang menyenangkan, ilmu peternakan pun menunjukkan manfaatnya yang jauh melampaui sektor produksi pangan.