Program Hibah Kemendiktisaintek Perkuat Kapasitas UMKM Melalui Pelatihan SDM

Fakultas Ilmu pangan Halal merupakan fakultas yang memiliki dua jurusan yaitu teknologi pangan dan gizi dan teknologi industri pertanian, yang berada di universitas djuanda bogor
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari beritafiphal unida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bogor – Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berangkat dari semangat tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat menggelar Pelatihan Manajemen SDM UMKM Berbasis Konsep INSEG dan Kolaborasi Kemitraan Pemerintah di Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (4/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026 berdasarkan Nomor Kontrak Induk 207/C3/DT.05.00/PM/2026 dengan judul Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan melalui Inovasi Olahan Singkong dan Ubi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Desa Sukamaju. Program tersebut diketuai oleh Arti Hastuti, S.T.P., M.T.P., yang sekaligus menjadi narasumber utama dalam pelatihan.
Dalam pemaparannya, Arti Hastuti menegaskan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kualitas pengelolaan sumber daya manusia. Menurutnya, SDM yang memiliki kompetensi dan manajemen yang baik akan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat kerja sama tim, serta mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
"UMKM yang memiliki produk berkualitas perlu didukung oleh sumber daya manusia yang mampu bekerja secara profesional, adaptif, dan inovatif. Dengan begitu, usaha dapat berkembang lebih cepat dan memiliki daya saing yang lebih kuat," ujarnya.
Pelatihan ini mengangkat konsep INSEG, yaitu Innovation, Networking, Sustainability, Education, dan Growth, sebagai strategi pengembangan SDM UMKM. Melalui konsep tersebut, peserta diajak membangun budaya inovasi dalam usaha, memperluas jejaring kemitraan, menjaga keberlanjutan bisnis, meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, serta menyusun strategi pertumbuhan usaha yang berorientasi jangka panjang.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun kemitraan dengan pemerintah sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Berbagai peluang kolaborasi diperkenalkan, mulai dari program pembinaan UMKM, sertifikasi produk, bantuan peralatan produksi, pendampingan legalitas usaha, akses pembiayaan, hingga promosi produk melalui berbagai program pemerintah.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab. Suasana yang komunikatif membuat peserta aktif berbagi pengalaman serta menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Sebagian besar peserta mengaku selama ini lebih berfokus pada kegiatan produksi dan pemasaran, sementara pengelolaan SDM maupun pembangunan jejaring kemitraan belum menjadi perhatian utama. Melalui pelatihan ini, mereka memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya membangun organisasi usaha yang lebih profesional agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Arti Hastuti menambahkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan UMKM yang tidak hanya bertahan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM Desa Sukamaju diharapkan mampu menerapkan manajemen SDM yang lebih efektif, mengimplementasikan konsep INSEG dalam pengembangan usaha, serta membangun kemitraan strategis dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tingkat daerah maupun nasional.***
