Belajar di Balik Mesin Cetak: Pengalaman Siswa DKV di Dunia Percetakan

Siswa SMK Katolik st Familia Tomohon
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Brigitta Chinta Maria Palohoen tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dunia percetakan merupakan salah satu ruang belajar nyata yang memberikan pengalaman langsung bagi siswa Desain Komunikasi Visual (DKV). Tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, siswa juga dituntut untuk memahami proses produksi secara konkret, mulai dari tahap perancangan hingga hasil akhir berupa produk cetak. Melalui kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) di industri percetakan, siswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai implementasi ilmu desain dalam dunia kerja.

Dalam kegiatan tersebut, siswa DKV belajar mengoperasikan berbagai mesin cetak serta memahami alur kerja produksi, seperti proses prepress, press, dan finishing. Tahap prepress mencakup pengolahan desain digital menggunakan perangkat lunak desain grafis, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan cetak. Selanjutnya, pada tahap press, siswa mengamati bahkan terlibat langsung dalam proses pencetakan menggunakan mesin, baik offset maupun digital printing. Tahap terakhir adalah finishing, yang meliputi pemotongan, laminasi, hingga penjilidan.
Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa desain tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek teknis dan fungsional. Misalnya, pemilihan warna harus disesuaikan dengan sistem warna cetak (CMYK), serta memperhatikan resolusi dan jenis bahan yang digunakan agar hasil cetakan sesuai dengan konsep desain awal.
Selain itu, siswa juga dilatih untuk memiliki sikap profesional, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Lingkungan kerja di percetakan menuntut ketelitian dan ketepatan waktu, sehingga siswa belajar untuk menyesuaikan diri dengan standar industri yang sesungguhnya.
Dengan demikian, pengalaman belajar di dunia percetakan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi siswa DKV. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan siswa untuk menghadapi dunia kerja di bidang industri kreatif.
