Konten Media Partner

Pemblokiran Internet Papua Hambat Lelang Online Proyek PON XX

Bumi Papuaverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi internet.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi internet.

Jayapura, BUMIPAPUA.COM - Paket proyek Rp 700 miliar gagal dilelang lantaran jaringan internet di Papua diblokir oleh pemerintah. Salah satu paket yang gagal lelang adalah pembangunan venue PON XX.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ), Debora Salossa, meminta kepada penyedia dan pelaku usaha yang ingin mengikuti proses lelang di Provinsi Papua agar langsung ke kantor LPSE Papua di kompleks Gubernur Dok II Jayapura atau Dinas Kominfo Papua.

"Kerugian terbesar dari gangguan internet adalah pelaksanaan pekerjaan proyek yang tidak bisa terlaksana tepat waktu," katanya, Senin (26/8).

Proses pembangunan Istora Papua, venue bulu tangkis PON 2020, di Kampung Harapan, Kabupaten Sentani, Jayapura. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan

Debora mencontohkan, misalnya besok, Selasa (27/8), harus dilakukan tanda tangan kontrak dan diumumkan pemenang tender. Namun, terputusnya jaringan internet itu memengaruhi kualitas pekerjaan. Apalagi, panitia lelang hanya punya waktu 90 hari berdasarkan hari kerja, bukan sesuai hari kalender.

"Kami berharap ada kelonggaran dari Pemerintah Pusat, karena saat ini jaringan internet sedang bermasalah di tanah Papua, termasuk menghambat sejumlah proyek strategis yang mesti diselesaikan tahun ini, misalnya penyelesaian lelang venue PON XX 2020," katanya.

Pihaknya berharap, LKPP dapat menerbitkan instruksi baru, sehingga seluruh pekerjaan di LPSE Papua tak dihitung berdasarkan lelang hari kerja, melainkan berdasarkan hari kalender.

Tahun ini, BLPBJ Papua melakukan pelelangan senilai Rp 2 triliun lebih dengan total 395 paket. Sementara, 270 paket senilai Rp 1,2 triliun dilaporkan telah berhasil ditender. (Pratiwi)