10 Pelaku Pasar Modal dan Tugas Masing-masing

Membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan keuangan dengan Cermat dan Tepat! Temukan produk keuangan terbaikmu di Cermati.com.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Cermati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sama seperti pasar pada umumnya, di dalam pasar modal terdapat para pelaku pasar yang mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Kehadiran para pelaku inilah yang membuat aktivitas perdagangan di pasar modal seperti yang Anda rasakan saat ini.
Berbicara mengenai pelaku pasar modal, siapa sajakah mereka? Yuk, kenali satu per satu.
1. Pengawas
Namanya pengawas, tentu bertugas untuk mengawasi seluruh aktivitas yang ada di pasar modal.
Pengawas berada langsung di bawah kendali Menteri Keuangan, jadi akan banyak melakukan koordinasi dengan Menteri Keuangan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Baca Juga: Mengenal Pasar Modal dan Manfaat-Manfaatnya
Pengawas pasar modal adalah OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Pada umumnya, OJK bertugas untuk :
Menyusun peraturan tentang cara pelaksanaan di pasar modal
Melakukan pengawasan terhadap pendaftaran, perolehan, dan perizinan badan usaha yang ingin menjadi suatu emiten di pasar modal
Memberikan perintah secara tertulis terhadap lembaga yang melakukan kegiatan di pasar modal
Melaksanakan manajemen krisis di pasar modal
Menentukan prinsip tata kelola investasi, transaksi efek, juga tata kelola suatu emiten
Membuat ketentuan akuntansi di pasar modal
2. Penyelenggara
Penyelenggara pasar modal sendiri adalah menteri keuangan yang menduduki jabatan tertinggi di pasar modal.
Tugas utamanya adalah menyediakan fasilitas penunjang perdagangan, lalu mengaturnya dalam sebuah regulasi.
Baca Juga: Pasar Modal Indonesia: Hal-Hal yang Mesti Anda Ketahui
Tujuannya agar transaksi di pasar modal berjalan secara adil, transparan, dan tidak merugikan pihak manapun.
3. Emiten atau perusahaan
Pelaku pasar modal yang juga memiliki peran penting adalah emiten atau perusahaan. Emiten yang namanya sudah terdaftar di OJK wajib menerbitkan efek untuk mendapatkan suntikan modal dari masyarakat.
Suntikan modal tersebut digunakan untuk memaksimalkan kinerja emiten, melakukan ekspansi usaha, mengembangkan produk, hingga membayar utang.
Baca Juga: Produk Pasar Modal: Keuntungan dan Risiko yang Mesti Diketahui
Suntikan modal diharapkan mampu membuat kinerja emiten menjadi lebih baik, sehingga keuntungan yang diperoleh pun meningkat.
4. Investor
Investor adalah penyuntik modal kepada emiten dengan cara membeli efek atau saham yang diterbitkan emiten. Besar kecilnya suntikan modal tergantung dari kemampuan finansial investor.
Pengelolaan modal inilah yang menjadi dasar investor untuk mendapatkan profit atau keuntungan. Investor dapat menambah kepemilikan efek dengan menambah modal.
Transaksi efek dilakukan di perusahaan efek atau sekuritas. Sebelum mulai bertransaksi, pastikan sudah memiliki rekening efek dulu di salah satu sekuritas resmi di Indonesia.
Baca artikel selengkapnya, disini!
