Karhutla Kalimantan: Kapan Berhenti Berulang?

Mahasiswa Aktif Universitas Pamulang - Semester 3
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari chelsea margaretha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karhutla Kalimantan kembali jadi sorotan pada musim kemarau 2026. Langit berkabut, jarak pandang menyempit, dan udara terasa pekat. Bagi warga Kalimantan, Penanganan karhutla Kalimantan melibatkan operasi darat dan udara, namun asap tebal kerap menyulitkan pemadaman.
Seberapa Parah Karhutla Kalimantan Tahun Ini?
Gabungan data SiPongi dan pengukuran langsung tim di lapangan menunjukkan lahan terbakar di Kalimantan Barat sekitar 48.536 hektare, Kalimantan Selatan 19.303 hektare, Kalimantan Tengah sekitar 15.976 hektare, dan Kalimantan Timur 5.761 hektare per akhir September. Angka itu terus naik. Hingga 12 Oktober, BNPB mencatat akumulasi karhutla di enam provinsi prioritas mencapai 129.899,59 hektare, dengan Kalimantan Barat terluas (51.124,71 hektare) disusul Kalimantan Tengah (23.304,72 hektare).
Dari angkasa, gambaran karhutla Kalimantan terlihat lebih dramatis. Satelit VIIRS merekam 114.352 titik panas di Kalimantan selama 13 September sampai 12 Oktober 2026, dengan puncak 8.977 titik hanya dalam satu hari pada 19 September.
Dampaknya Terasa ke Mana-mana
Asap bukan sekadar urusan pemandangan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyebut dampak karhutla sudah merambah kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga aktivitas ekonomi, dan mendesak pemerintah mengambil langkah luar biasa. Ketika kabut asap menebal, sekolah terganggu, penerbangan tertunda, dan warga rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan paling merasakannya.
Ia juga mengingatkan pada tragedi 1997-1998, ketika El Nino memicu kebakaran di lebih dari sembilan juta hektare lahan Kalimantan. Perbandingan itu tentu tidak berarti skalanya sama, tetapi menjadi pengingat betapa mahalnya harga yang harus dibayar jika karhutla dibiarkan.
Upaya Pemadaman dan Tantangannya
Pemerintah menurunkan operasi darat dan udara. BNPB menggencarkan pemadaman lewat darat dan udara, sementara Pemprov Kalimantan Selatan menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 6 Juli hingga 31 Oktober. Operasi modifikasi cuaca juga dicoba. Di Kalimantan Barat operasi itu dijadwalkan 23-27 Agustus, tetapi di Kalimantan Tengah terkendala minimnya potensi awan hujan. Asap tebal pun menyulitkan pemadaman udara, karena helikopter bergantung pada jarak pandang.
Harapan dari Musim Hujan
Kabar baiknya, hujan mulai mendekat. BMKG melaporkan hujan sudah turun di Kalimantan Barat bagian utara, dan curah hujan lebih banyak diprediksi di wilayah terdampak karhutla pada dasarian II dan III Oktober. Tetapi hujan bukan solusi permanen. Lahan gambut yang sudah mengering dan terbakar butuh waktu lama untuk pulih, dan musim hujan sendiri membawa risiko lain, yakni banjir.
