Melestarikan Bahasa, Menjaga Cermin Budaya di Era Digital
Tulisan dari Chusna khaleeda Simbolon tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa merupakan bagian penting dari kehidupan manusia karena berfungsi sebagai alat komunikasi sekaligus identitas suatu bangsa. Di Indonesia, Bahasa Indonesia memiliki peran sebagai bahasa persatuan yang menyatukan masyarakat dari berbagai suku, budaya, dan daerah. Oleh karena itu, menjaga kelestarian bahasa Indonesia merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan identitas nasional dan memperkuat persatuan bangsa. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam cara berkomunikasi. Penggunaan media sosial dan aplikasi peecrcakapan membuat masyarakat dapat bertukar informasi dengan cepat dan mudah. Namun, perkembangan tersebut juga menuimbulkan tantangan, seperti meningkatnya penggunaan bahasa gaul, singkatan, dan campuran bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelestarian bahasa Indonesia perlu mendapat perhatian agar bahasa nasional tetap digunakan dengan baik di tengah perkembangan zaman.
Bahasa Sebagai Cerminan Budaya BangsaBahasa tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga mencerminkan identitas, nilai, dan kebudayaan masyarakat. Bahasa Indonesia menjadi penghubung bagi masyarakat yang memiliki latar belakang suku dan bahasa daerah yang berbeda. Keberadaan bahasa Indonesia membantu menciptakan komunikasi yang baik serta memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman bangsa. Melestarikan bahasa Indonesia berarti menjaga salah satu unsur penting yang membentuk jati diri bangsa. Masyarakat perlu membiasakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dalam kegiatan pendidikan, penulisan karya ilmiah, dan komunikasi resmi. Selain itu, penggunaan bahasa daerah juga perlu dihargai sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Tantangan Pelestarian Bahasa di Era Digital Menurut Rizky dkk. (2025), era digital memberikan pengaruh terhadap penggunaan bahasa Indonesia, baik dalam bentuk peluang maupun tantangan. Salah satu tantangan yang muncul adalah penggunaan bahasa gaul, singkatan, dan istilah asing secara berlebihan di media sosial. Contohnya adalah penggunaan kata "mager", "baper", "OTW", serta singkatan seperti "yg" dan "gtw". Istilah tersebut sering digunakan dalam komunikasi informal karena dianggap lebih praktis. Selain itu, pencampuran bahasa Indonesia dengan bahasa inggris juga semakin sering ditemukan dalam percakapan sehari-hari. Berdasarkan survei terhadap 30 responden dalam penelitian Rizky dkk. (2025), sebanyak 60% responden menyatakan bahwa penggunaan bahasa Indonesia di media sosial sering bercampur dengan bahasa gaul dan bahasa asing. Sementara itu, 78% responden menyadari pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya dalam komunikasi formal. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran mengenai pentingnya bahasa Indonesia sudah ada, tetapi penerapannya masih perlu ditingkatkan. Penggunaan bahasa gaul sebenarnya tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi perlu disesuaikan dengan situasi. Dalam komunikasi resmi dan akademik, penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah tetap perlu diutamakan.
Pemanfaatan Teknologi untuk Melestarikan Bahasa:Di balik berbagai tantangannya, era digital juga memberikan peluang besar untuk melestarikan bahasa Indonesia. Teknologi dapat digunakan untuk menyebarkan pengetahuan bahasa secara lebih luas melalui media sosial, video pembelajaran, podcast, blog, dan buku digital. Rizky dkk. (2025) menjelaskan bahwa pengembangan kamus digital, aplikasi pembelajaran bahasa, dan kampanye literasi bahasa merupakan strategi yang dapat mendukung pelestarian bahasa Indonesia. Melalui sarana tersebut, masyarakat dapat mempelajari kosakata, memahami aturan penulisan, serta meningkatkan keterampilan berbahasa dengan lebih mudah. Generasi muda juga dapat berperan aktif dengan membuat konten edukatif yang menggunakan bahasa Indonesia secara tepat. Misalnya, membuat video tentang penggunaan kata baku, membagikan informasi mengenai padanan istilah asing, atau menulis artikel yang membahas pentingnya bahasa Indonesia. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat digunakan untuk meningkatkan terhadap bahasa nasional.
Peran Generasi Muda dalam Menjaga Bahasa Indonesia Generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan keberlanjutan penggunaan bahasa Indonesia pada masa mendatang. Sebagai pengguna aktif teknologi digital, generasi muda dapat menjadi contoh dalam menggunakan bahasa yang baik dan sesuai konteks. Upaya sederhana yang dapat dilakukan adalah membiasakan diri menulis dengan ejaan yang tepat, menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dalam tugas akademik, serta lebih cermat ketika mencampurkan istilah asing dalam percakapan. Selain itu, generasi muda dapat mengikuti kegiatan menulis, diskusi, dan kampanye literasi bahasa melalui platform digital. Pelestarian bahasa juga membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah. Lembaga pendidikan dapat meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan pemerintah dapat mendukung pengembangan kamus digital dan penyebaran konten kebahasaan. Kerja sama berbagai pihak diperlukan agar bahasa Indonesia tetap berkembang tanpa kehilangan fungsinya sebagai bahasa persatuan.
Melestarikan bahasa merupakan bagian dari upaya menjaga identitas dan budaya bangsa. Di era digital, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan berupa Penggunaan bahasa gaul, singkatan, dan campuran bahasa asing, tetapi juga menyediakan peluang untuk memperluas pembelajaran dan penyebaran bahasa Indonesia. Berdasarkan pembahasan tersebut, pelestarian bahasa Indonesia perlu dilakukan melalui penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai konteks, pemanfaatan teknologi untuk kegiatan edukatif, serta peningkatan kesadaran generasi muda. Pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menjaga keberadaan bahasa Indonesia. Dengan demikian, teknologi digital seharusnya tidak menjadi penghalang bagi pelestarian bahasa, melainkan menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan terhadap bahasa Indonesia. Menjaga bahasa berarti menjaga identitas, persatuan, dan warisan budaya bangsa agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Referensi
Rizky, A. M., Syahfitri, D. S., Damanik, I. F., Purba, P. P., Hutauruk, T. I., & Azizah, N. (2025). Pengaruh era digital terhadap pelestarian bahasa Indonesia. Sinar Diunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan, 4(1), 285-292.
https://doi.org/10.58192/sidu.v4i1.3196

