Tem.peh, Oleh-Oleh Praktis untuk Pulang Kampung

Mahasiswa Universitas Bunda Mulia (UBM) semester 3 Program studi Ilmu Komunikasi yang memiliki ketertarikan dalam bidang komunikasi dan penulisan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari cindy florencia cornelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta – Tradisi pulang kampung atau mudik selalu identik dengan berbagai persiapan, mulai dari perjalanan hingga buah tangan yang akan dibawa untuk keluarga di kampung halaman. Membawa oleh-oleh sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia sebagai bentuk perhatian kepada orang-orang terdekat. Tidak heran jika menjelang musim mudik, berbagai pilihan buah tangan mulai banyak dicari.
Selama ini, oleh-oleh identik dengan makanan khas daerah yang sering kali menjadi pilihan utama para pemudik. Namun, seiring berkembangnya pilihan produk makanan, masyarakat kini memiliki alternatif lain untuk dijadikan buah tangan. Salah satunya adalah produk olahan tempe dari Tem.peh yang menghadirkan bahan pangan lokal dalam bentuk yang berbeda.
Tempe sendiri merupakan salah satu makanan yang sudah lama dikenal dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Bahan pangan yang mudah ditemukan ini tidak hanya menjadi bagian dari menu sehari-hari, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Melalui Tem.peh, tempe hadir dengan pendekatan yang lebih modern sehingga dapat menjadi pilihan camilan sekaligus alternatif oleh-oleh.
Kehadiran produk seperti Tem.peh juga menunjukkan bahwa makanan berbahan lokal memiliki peluang untuk hadir dalam berbagai kesempatan, termasuk sebagai buah tangan saat mudik. Selain mempertimbangkan cita rasa, masyarakat biasanya juga mencari oleh-oleh yang praktis untuk dibawa selama perjalanan dan dapat dinikmati bersama keluarga.
Pada akhirnya, memilih oleh-oleh untuk pulang kampung tidak selalu harus tentang makanan khas dari suatu daerah. Produk lokal dengan konsep yang berbeda juga dapat menjadi pilihan untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat. Tem.peh menjadi salah satu contoh bagaimana bahan pangan yang sudah akrab di masyarakat dapat dihadirkan dengan cara yang lebih menarik dan menjadi bagian dari tradisi membawa buah tangan saat mudik.
