Konten dari Pengguna

AI di Mana-mana: Ancaman Bagi Pekerjaan Manusia?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dio Pratama Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kecerdasan buatan dan manusia. Foto: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Kecerdasan buatan dan manusia. Foto: pexels.com

Kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi hal fiksi seperti di film-film, melainkan bagian integral dari roda kehidupan modern di hampir semua sektor, mulai dari bisnis, ekonomi, karya digital, hingga industri. Jangkauannya yang semakin luas ini memunculkan satu pertanyaan besar di benak banyak orang. Apakah AI akan menggantikan manusia dan menjadi ancaman nyata bagi individu?

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebagian besar pekerjaan manual dan repetitif memang berisiko tinggi diambil alih oleh AI. Ancaman ini nyata, terutama bagi mereka yang merasa pekerjaannya bisa diotomatisasi.

Contohnya seperti karya desain, AI dapat menghasilkan karya desain hanya dengan mengetik apa yang diinginkan dan akan muncul karya yang tidak kalah bagus dengan hasil karya manusia. Selain itu juga ada penulis, AI dapat menghasilkan teks dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat, jauh dibandingkan dengan penulis yang butuh berhari-hari atau bahkan bulan untuk menghasilkan sebuah artikel atau naskah.

Kedua contoh pekerjaan diatas tentu menarik perusahaan untuk menggunakan AI karena lebih menghemat waktu dan juga biaya produksi mereka.

Menghadapi AI Sebagai Peluang dan Bukan Sebagai Ancaman!

Meski risiko penggantian pekerjaan itu ada, setidaknya masih ada peluang untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk menggantikan posisi yang tergantikan oleh teknologi mesin tersebut.

Untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan memanfaatkan peluang yang ada, dan masyarakat harus bertransformasi. Dari yang tadinya hanya menjadi konsumen produk kecerdasan buatan, masyarakat harus beranjak menjadi produsen atau setidaknya user yang mahir memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan nilai diri.

AI Memperkuat, Bukan Pengganti

Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemunculan AI, karena sejatinya dalam semua sektor pekerjaan AI digunakan untuk memperkuat perusahaan bukan untuk menggantikan pekerjaan manusia. Daripada terfokus pada bahaya AI di masa depan, saatnya masyarakat menjadikannya sebagai peluang untuk berkembang. Dengan beradaptasi dan menguasai alat-alat baru ini, setiap individu dapat menjadi pribadi yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan global di masa mendatang.