Pintar di Akademik Saja Tak Cukup Tanpa Manajemen Diri yang Baik

Penulis dan mahasiswa Universitas Pamulang yang aktif menulis tentang isu sosial dan gaya hidup.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Cyrilla Nur Khulaida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan nilai tinggi atau menjadi yang paling pintar di dalam kelas. Ada banyak hal lain yang perlu dipelajari selama menjalani masa perkuliahan, salah satunya adalah bagaimana cara mengatur diri sendiri.
Tidak sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi masih kesulitan mengatur waktu, menentukan prioritas, atau menyelesaikan tugas tepat waktu. Dari sini kita bisa melihat bahwa kepintaran akademik saja belum tentu cukup untuk menghadapi berbagai tuntutan dalam kehidupan.
Kuliah Bukan Hanya Tentang Nilai
Nilai memang menjadi salah satu bagian penting dalam dunia perkuliahan. Mendapatkan nilai yang baik tentu menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan. Namun, kehidupan mahasiswa tidak berhenti pada angka yang tercantum di Kartu Hasil Studi.
Selama kuliah, mahasiswa juga belajar bagaimana bekerja sama dengan orang lain, mengikuti organisasi, menyelesaikan tugas kelompok, menghadapi berbagai masalah, hingga membagi waktu antara kegiatan akademik dan kehidupan pribadi.
Kemampuan tersebut tidak selalu bisa didapatkan hanya dengan membaca buku atau mengikuti perkuliahan. Dibutuhkan pengalaman dan kemauan untuk belajar mengelola diri.
Manajemen Diri Dimulai dari Mengatur Waktu
Salah satu bagian penting dari manajemen diri adalah kemampuan mengatur waktu.
Sebagai mahasiswa, terkadang ada banyak hal yang harus dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan. Tugas kuliah belum selesai, ada kegiatan organisasi, pekerjaan kelompok, dan mungkin masih ada kegiatan pribadi lainnya.
Jika tidak memiliki pengaturan waktu yang baik, semuanya bisa terasa berantakan. Tugas yang seharusnya dapat diselesaikan jauh-jauh hari justru dikerjakan ketika sudah mendekati batas pengumpulan.
Padahal, mengatur waktu tidak harus selalu menggunakan cara yang rumit. Membuat daftar tugas, menentukan mana yang lebih penting, dan memberikan batas waktu untuk menyelesaikannya sudah bisa menjadi langkah awal.
Jangan Menyamakan Sibuk dengan Produktif
Ada kalanya kita merasa sangat sibuk karena memiliki banyak kegiatan. Namun, apakah semua kegiatan tersebut benar-benar membuat kita menjadi lebih produktif?
Sibuk dan produktif adalah dua hal yang berbeda.
Produktif berarti mampu menggunakan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan sesuatu yang memang memiliki tujuan. Karena itu, mahasiswa perlu belajar menentukan prioritas dan tidak memaksakan diri untuk melakukan semuanya sekaligus.
Terkadang, mengatakan "tidak" pada suatu kegiatan bukan berarti malas atau tidak mau berkembang. Justru hal tersebut bisa menjadi bentuk manajemen diri ketika kita mengetahui batas kemampuan dan tanggung jawab yang sedang dimiliki.
Kemampuan Mengatur Diri Akan Berguna Setelah Lulus
Manajemen diri bukan hanya diperlukan ketika masih menjadi mahasiswa. Kemampuan ini juga akan menjadi bekal ketika seseorang mulai memasuki dunia kerja.
Di dunia kerja nantinya, seseorang tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai tanggung jawab, mengatur waktu, bekerja sama dengan orang lain, dan mengambil keputusan.
Karena itu, kebiasaan yang dibangun selama kuliah sebenarnya sedang mempersiapkan kita untuk menghadapi kehidupan setelah lulus.
Jika sejak kuliah kita sudah terbiasa menunda pekerjaan, sulit menentukan prioritas, dan tidak mampu mengatur waktu, kebiasaan tersebut bisa terbawa ke lingkungan kerja. Sebaliknya, jika sejak sekarang kita mulai belajar mengelola diri, kita akan memiliki bekal yang lebih baik untuk menghadapi berbagai situasi di masa depan.
Pintar Itu Penting, tetapi Mengelola Diri Juga Penting
Menjadi pintar secara akademik tentu merupakan hal yang baik. Namun, kepintaran akan lebih bermanfaat apabila diikuti dengan kemampuan mengelola diri.
Tidak perlu langsung menjadi seseorang yang sangat disiplin dan selalu memiliki jadwal yang sempurna. Manajemen diri bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti berhenti menunda tugas, belajar menentukan prioritas, menggunakan waktu dengan lebih bijak, dan memberikan waktu untuk beristirahat.
Pada akhirnya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang lebih luas.
Karena pintar di dalam kelas adalah sebuah kelebihan, tetapi mampu mengatur diri sendiri adalah bekal yang akan terus dibutuhkan bahkan setelah kita meninggalkan bangku perkuliahan.**
