Konten dari Pengguna

Darurat Judi Online: Ancaman Nyata Bagi Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dafin Putra Anaphalis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taruhan olahraga online dengan smartphone, uang dan element permainan. Foto: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Taruhan olahraga online dengan smartphone, uang dan element permainan. Foto: unsplash.com

Di tengah guliran jemari kita pada layar gawai setiap harinya, muncul sebuah ancaman yang senyap mengintai kita dibalik linimasa media sosial kita. Dari unggahan postingan influencer, hingga kolom komentar akun-akun publik di Instagram, TikTok, X, dan YouTube, iklan judi online hadir mengepung ruang digital dengan balutan hiburan yang memikat dan janji manis kekayaan yang instan. Namun, di balik tampilan visual yang berkilau tersebut, maraknya periklanan judi online bukan sekadar kejahatan siber biasa, melainkan sebuah bentuk invasi digital yang secara bertahap mengikis fondasi kesejahteraan dan keamanan masyarakat luas.

Bukan Hanya Sekadar Rupiah yang Hangus

Dampak kerusakan judi online tidak lagi hanya terbatas pada kerugian finansial individu semata, melainkan telah menciptakan krisis sosial-ekonomi yang masif di tingkat nasional. Ketika triliunan rupiah dana masyarakat tersedot ke dalam ekosistem perjudian gelap transnasional, daya beli masyarakat merosot, angka kemiskinan meningkat, dan stabilitas ekonomi rumah tangga roboh secara sistematis.

Membaca Invasi Digital Lewat Kacamata Barry Buzan

Maraknya judi online tidak boleh hanya dipandang sebagai kejahatan tindak pidana biasa atau masalah moral individual saja, melainkan harus didefinisikan secara tegas sebagai ancaman keamanan non-tradisional yang bersifat eksistensial terhadap keamanan ekonomi dan sosial masyarakat.

Melalui pemikirannya Barry Buzan dalam karyanya People, States and Fear (1983), beliau memberikan penjelasan logis dan teoritis mengenai perluasan kajian keamanan (widening of security studies) yang tadinya hanya sekadar pertahanan militer konvensional menuju sektor-sektor non-militer.

Dalam kerangka ini, fenomena judi online merusak 2 sektor vital sekaligus:

Pertama, keamanan ekonomi (economic security), yakni kemampuan masyarakat dan rumah tangga dalam mempertahankan akses terhadap sumber daya finansial serta kesejahteraan secara lahir dan batin.

Dan yang kedua, keamanan sosial (societal security), yaitu perlindungan atas tatanan, nilai, dan kohesi sosial dalam komunitas sosial. Dampak kehancuran judi online ini dapat terakselerasi melalui ancaman (threat), yang diwakili oleh platform serta sindikat perjudian siber, dengan kerentanan (vulnerability) internal domestik, seperti rendahnya literasi keuangan dan digital, kemiskinan struktural, hingga celah pengawasan siber yang perlu diawasi dan diperketat lagi.

Mengapa Upaya Mitigasi Hingga Kini Masuh Belum Optimal?

kegagalan penanganan judi online selama ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara mereduksi ancaman dengan mengatasi kerentanan yang ada. Penegaka hukum sering kali hanya menyasar pemain di tingkat bawah (korban dari kerentanan), sementara sumber ancaman (threat actors) itu sendiri beroperasi dari luar negeri (transnational) menggunakan infrastruktur siber yang terafiliasi oleh platfrom digital dan sangat fleksibel. Selain itu, penanganan yang hanya mengandalkan pendekatan pidana konvensional terbukti kurang memadai dan efektif untuk melawan ancaman digital yang terus berevolusi di era globalisasi saat ini.

Langkah yang Realistis untuk Menyelamatkan Penerus Bangsa

Melalui langkah dan solusi ini, serta demi memutus rantai akar permasalahan yang sangat akut ini, perlu diambil tindakan tegas dan berkelanjutan (sustainability), seperti:

  1. Tindakan Luar Biasa Lintas Batas Sektor (Extraordinary Measures): Negara harus bertindak tegas terhadap penyedia platform media sosial yang membiarkan iklan judi online beriklan di wilayah teritorial hukum Indonesia, termasuk pemblokiran aliran dana siber (follow the money) secara tegas.

  2. Mereduksi Kerentanan Domestik: Memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui edukasi literasi keuangan-digital yang masif serta penyediaan lapangan pekerjaan yang nyata dan produktif untuk memutus ilusi yang hanya mengiming-imingkan "jalan pintas" untuk keluar dari jeratan finansial secara instan.

  3. Diplomasi Siber Transnasional:Mengingat sumber ancaman berada di luar batas teritorial, pemerintah perlu meningkatkan kerja sama penegakan hukum siber lintas batas antarnegara guna melacak dan memutus habis akar dari sindikat perjudian internasional.

Menjaga dan Merawat Kedaulatan Negara lewat aksi kecil

Pada akhirnya, keamanan sebuah negara (state) tidak dapat dipisahkan dari keamanan individu-individu di dalamnya (people). Dengan kata lain, judi online bukan hanya sekadar urusan moral atau kenakalan individu, melainkan ancaman nyata terhadap keamanan ekonomi dan sosial bangsa.

Tugas kita dan pemerintah sekarang adalah melindungi dan mengedukasi sesama masyarakatnya dari bahaya jeratan dan ilusi judi online, yang secara langsung maupun tidak langsung, aksi kecil kita menjadi sebuah upaya demi menjaga ketahanan dan kedaulatan nasional di era digital yang sangat universal ini.