Barret Zoph Mantan Co-Founder Thinking Machines Bergabung ke Google

Industri kecerdasan buatan (artificial intelligence) kembali diguncang oleh dinamika perpindahan eksekutif papan atas. Barret Zoph, salah satu pendiri startup Thinking Machines yang sempat kembali ke OpenAI, kini resmi berlabuh di Google sebagai Vice President of Research. Langkah ini menandai babak baru dalam karier Zoph yang penuh liku di tengah persaingan ketat talenta AI global.
Perpindahan instan ini mencerminkan fenomena bongkar pasang posisi kepemimpinan yang semakin intensif di Lembah Silikon. Setelah sempat diberhentikan secara dramatis dari Thinking Machines dan hanya bertahan selama lima bulan dalam masa kerja keduanya di OpenAI, Zoph kini kembali ke pelukan Google, raksasa teknologi tempat ia pernah meniti karier sebelumnya.
Perjalanan Panjang dan Konflik di Thinking Machines
Sebelum berlabuh di Google, perjalanan karier Zoph dipenuhi dengan keputusan strategis yang berisiko tinggi. Setelah menghabiskan waktu selama dua tahun di OpenAI, ia memutuskan hengkang pada Oktober 2024 untuk mendirikan Thinking Machines bersama mantan Chief Technology Officer OpenAI, Mira Murati. Namun, kemitraan di startup baru tersebut tidak bertahan lama akibat konflik internal.
Pada Januari 2026, Zoph bersama rekannya, Luke Metz, secara dramatis meninggalkan Thinking Machines untuk kembali ke OpenAI. Belakangan terungkap bahwa kepergian Zoph dari startup tersebut bukan didasari atas keinginan pribadi, melainkan karena dirinya telah dipecat oleh manajemen puncak perusahaan.
Masa Kerja Singkat di OpenAI dan Reuni dengan Google
Kembalinya Zoph ke OpenAI ternyata tidak berjalan mulus dan hanya bertahan dalam waktu singkat. Selama masa kerja yang hanya berjalan lima bulan tersebut, ia dipercaya untuk memimpin divisi penjualan korporat (enterprise sales) OpenAI sebelum akhirnya memutuskan untuk mundur pada Juni lalu. Tidak butuh waktu lama bagi Zoph untuk menemukan pelabuhan baru di bawah bendera Google.
Pihak Google menyambut hangat kembalinya salah satu talenta terbaik mereka ke divisi pengembangan AI. Juru bicara Google mengonfirmasi kepindahan ini dan menyatakan antusiasme mereka atas bergabungnya kembali Zoph ke dalam tim riset utama mereka. “Kami menantikan kembalinya Barret ke Google untuk membawa keahlian reinforcement learning dan post-training miliknya ke Gemini,” ungkap juru bicara Google kepada Wall Street Journal.
Badai Turnover Talenta yang Melanda Industri AI
Kasus hengkangnya Zoph dari OpenAI dan penunjukannya di Google menyoroti tingginya angka perputaran (turnover) di level eksekutif industri kecerdasan buatan dunia. Tren ini sangat terasa di OpenAI, yang meskipun tengah bersiap melakukan penawaran umum perdana, terus kehilangan sejumlah figur kunci mereka dalam delapan bulan terakhir.
Kehilangan talenta berbakat mulai dari posisi Chief Operating Officer hingga eksekutif pusat data senior telah menimbulkan banyak spekulasi di kalangan pengamat industri. Perebutan ahli di bidang machine learning dan pengembangan model bahasa besar kini menjadi medan perang baru bagi perusahaan teknologi raksasa demi mendominasi pasar global yang semakin kompetitif.

