Evvy Raih 40 Juta Dolar AS Guna Revolusi Kesehatan Reproduksi Perempuan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi chemist, laboratory, analysis. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi chemist, laboratory, analysis. Foto: Pixabay

Perusahaan kesehatan perempuan, Evvy, mengumumkan perolehan pendanaan Seri B sebesar 40 juta dolar AS yang dipimpin oleh Catalio Capital Management. Didirikan pada tahun 2021 oleh Priyanka Jain, Laine Bruzek, dan Pita Navarro, startup bioteknologi ini berfokus pada analisis vaginal microbiome atau mikrobioma vagina guna menutup kesenjangan data biologis yang selama ini kerap diabaikan dalam dunia medis konvensional.

Lewat tes mandiri di rumah (at-home test) berbasis teknologi pemetaan genetik canggih, Evvy berusaha menciptakan ekosistem kesehatan presisi (precision medicine) khusus perempuan. Pendanaan baru ini akan dialokasikan untuk memperluas jangkauan klinis, mengembangkan asisten kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta merambah sektor kesuburan (fertility).

Deteksi Mandiri Berbasis Pengurutan Genetik Mutakhir

Evvy menawarkan tes usap vagina mandiri pertama di dunia yang bersertifikasi CLIA dan CLEP dengan menggunakan teknologi metagenomic Next-Generation Sequencing (mNGS). Pengguna cukup melakukan usap mandiri di rumah, mengirimkan sampelnya ke laboratorium Evvy, dan hasilnya akan dianalisis secara mendalam sebelum divalidasi oleh dokter spesialis yang bermitra dengan platform tersebut.

Menurut CEO dan salah satu pendiri Evvy, Priyanka Jain, sistem ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif bagi pasien tanpa perlu melalui birokrasi medis yang rumit. “Saat pasien menerima hasil analisis mereka, data tersebut disajikan bersama diagnosis, interpretasi klinis, dan jalur langkah selanjutnya yang jelas, termasuk rencana perawatan resep yang dipersonalisasi jika relevan,” ungkap Jain dalam keterangannya. Sejak diluncurkan, Evvy mengklaim telah melayani lebih dari 100.000 pasien di Amerika Serikat dan bermitra dengan sedikitnya 3.000 praktisi medis.

Mengatasi Kesenjangan Data Medis Melalui Teknologi AI

Hingga saat ini, salah satu kelemahan mendasar dalam pengembangan kedokteran presisi global adalah minimnya data representatif yang bersumber langsung dari tubuh perempuan. Minimnya data medis ini membuat model AI generatif yang ada saat ini sering kali gagal memberikan jawaban akurat terkait masalah kesehatan reproduksi perempuan.

“Anda tidak dapat membangun kedokteran presisi untuk perempuan di atas kumpulan data yang sejak awal tidak pernah mengukur biologi perempuan secara memadai,” tegas Jain. Evvy mencoba mengatasi kendala ini dengan mengintegrasikan data biologis skala besar dengan kecerdasan buatan melalui asisten digital bernama EvvyAI. Diluncurkan pada Mei lalu, asisten AI ini bertindak sebagai penasihat kesehatan vagina interaktif yang menerjemahkan data mikrobioma mentah menjadi panduan praktis secara real-time.

Ekspansi ke Ranah Fertilitas dan Visi Pap Smear Masa Depan

Berbekal modal baru, Evvy kini bersiap melebarkan sayapnya ke sektor kesuburan, sebuah langkah besar di luar deteksi infeksi vagina standar. Saat ini, perusahaan sedang giat mengompilasi bukti ilmiah dan data yang menghubungkan profil mikrobioma vagina dengan masalah infertilitas, kanker ginekologi, persalinan prematur, tingkat keberhasilan program bayi tabung (in vitro fertilization), hingga keguguran berulang.

Dalam jangka panjang, ambisi utama Evvy adalah merevolusi metode pemindaian konvensional seperti Pap smear. Jain memproyeksikan sebuah metode pengujian non-invasif yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk memantau indikator infeksi, inflamasi, polycystic ovary syndrome (PCOS), endometriosis, gejala pramenopause, hingga progresi virus HPV. Melalui langkah kolektif ini, industri medis diharapkan tidak lagi mengabaikan keluhan kesehatan perempuan dengan dalih ketidakpastian medis yang tidak terjelaskan.