Feedly Alami Gangguan Massal Akibat Bug di Tengah Transisi Teknologi AI

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi girl, book, sitting. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi girl, book, sitting. Foto: Pixabay

Feedly, platform RSS reader terbesar di dunia, dilaporkan mengalami penurunan kinerja yang signifikan selama lebih dari sepekan terakhir. Masalah teknis ini memicu gelombang keluhan dari pengguna berbayar yang merasa aplikasi web tersebut menjadi sangat lambat hingga tidak dapat digunakan secara optimal, sementara laporan dukungan teknis mereka kabarnya sempat tidak direspons.

Gangguan ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna setia mengenai fokus jangka panjang Feedly. Banyak pihak berspekulasi bahwa perusahaan yang kini memiliki lebih dari 15 juta pengguna tersebut mulai mengabaikan layanan pembaca berita klasiknya demi memprioritaskan transisi bisnis ke arah kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Bug Teknis di Balik Penurunan Kinerja Aplikasi

CEO Feedly, Edwin Khodabakchian, akhirnya angkat bicara untuk mengklarifikasi situasi tersebut. Menurutnya, gangguan kecepatan yang dialami oleh para pengguna pada versi web bukan disebabkan oleh pengalihan sumber daya ke proyek lain, melainkan akibat adanya bug sistem yang spesifik. Masalah ini terdeteksi pada fitur menandai pesan sebagai terbaca atau Mark as Read.

Gangguan ini terutama berdampak pada akun-akun pengguna yang memiliki struktur folder dalam jumlah besar. Tim pengembang Feedly telah merilis perbaikan sistem pada hari Jumat untuk mengatasi masalah tersebut, meskipun mereka masih terus memantau apakah solusi ini berhasil memulihkan kinerja secara penuh bagi seluruh pengguna terdampak. Khodabakchian menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menjaga layanan tetap cepat dan efisien.

Komitmen Terhadap Basis Pengguna Pembaca Berita Konvensional

Spekulasi mengenai pengabaian layanan utama mencuat karena Feedly saat ini gencar mempromosikan teknologi kecerdasan buatan di halaman utamanya. Platform ini mulai memosisikan diri sebagai penyedia solusi pemantauan ancaman siber (cyber threat intelligence) berbasis AI untuk korporasi. Kendati demikian, pihak manajemen membantah bahwa mereka telah meninggalkan fungsi dasar RSS reader yang membesarkan nama perusahaan sejak penutupan Google Reader pada tahun 2013 silam.

Dalam pernyataannya, Khodabakchian menjelaskan bahwa fungsi pembaca berita dasar tetap menjadi prioritas utama karena komunitas pengguna analisis ancaman siber mereka juga sangat bergantung pada fitur tersebut. Ia menyatakan, “Meskipun ada peralihan ke intelijen ancaman siber, memperbaiki fungsionalitas dasar RSS tetap menjadi prioritas karena komunitas cyber threat intelligence kami menggunakan kemampuan membaca berita tersebut.” Hal ini mempertegas bahwa kedua ekosistem tersebut saling terhubung.

Penutupan Aplikasi Klasik dan Evaluasi Akses Mobile

Selain masalah kelambatan pada web, pengguna juga mengeluhkan penutupan aplikasi Feedly Classic secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menanggapi hal ini, manajemen menjelaskan bahwa aplikasi versi lawas tersebut resmi dihentikan karena sudah tidak memenuhi standar persyaratan teknis pada sistem operasi iOS maupun Android terbaru. Aplikasi tersebut juga diklaim hanya memiliki beberapa ratus pengguna aktif saat dinonaktifkan.

Di sisi lain, laporan mengenai aplikasi utama Feedly yang gagal memuat (loading) pada beberapa perangkat mobile, termasuk versi beta sistem operasi terbaru, kini sedang dalam tahap investigasi internal. Feedly berjanji akan segera menyelesaikan kendala teknis pada platform mobile tersebut guna memastikan seluruh pelanggan, baik gratis maupun berbayar, mendapatkan kembali pengalaman membaca berita yang mulus tanpa hambatan teknis yang berkepanjangan.