Roket Falcon 9 SpaceX Segera Tabrak Bulan dan Terlihat dari Bumi

Bagian atas roket Falcon 9 milik SpaceX yang sudah tidak aktif diproyeksikan akan menabrak permukaan Bulan pada 5 Agustus mendatang pukul 06.34 UTC. Tabrakan berkecepatan tinggi ini diperkirakan akan menciptakan kilatan cahaya dan melontarkan kolom debu raksasa yang berpotensi dapat diamati langsung dari Bumi menggunakan teleskop kecil.
Simulasi Dampak Benturan Cangkang Kosong
Para peneliti dari Universitas Texas di Austin (UT Austin) melakukan simulasi fisik beresolusi tinggi untuk memprediksi skala dampak dari benturan logam berbobot 3.900 kilogram tersebut. Berbeda dengan meteorit padat, badan roket ini merupakan struktur berongga dengan mesin berat di salah satu ujungnya.
Profesor teknik kedirgantaraan UT Austin, David Goldstein, menjelaskan karakteristik fisik roket tersebut. “Ini seperti cangkang telur kosong karena seluruh bahan bakarnya sudah habis, dan ada mesin roket yang lebih padat di salah satu ujungnya,” ujar Goldstein. Benturan berkecepatan lebih dari 8.690 kilometer per jam ini diperkirakan akan melontarkan sekitar 12.700 kilogram material Bulan ke luar angkasa.
Potensi Pengamatan dari Bumi dan Tantangannya
Semburan debu hasil tabrakan ini diproyeksikan dapat membubung hingga ketinggian 50 kilometer di atas permukaan Bulan. Ketinggian tersebut membuat kolom debu memiliki lebar sudut sekitar 28 detik busur di langit malam, sebuah ukuran yang cukup signifikan untuk diamati astronom amatir.
Astronom UT Austin, Laurence Trafton, menyatakan bahwa fenomena ini dapat dideteksi dengan peralatan yang tepat. “Fenomena ini dapat dengan mudah dilihat menggunakan teleskop kecil,” tulis Trafton. Namun, ia menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah kontras cahaya Bulan yang sangat terang, sehingga pengamat memerlukan “dudukan teleskop yang sangat stabil” untuk meminimalkan gangguan visual.
Nilai Ilmiah dari Tabrakan Lunar
Peristiwa ini bukan sekadar pertunjukan visual bagi para pencinta astronomi, melainkan juga peluang ilmiah yang berharga bagi para peneliti. Secara historis, badan antariksa dunia telah beberapa kali menabrakkan objek buatan ke Bulan untuk menganalisis komposisi tanah dan mencari kandungan air di bawah permukaan lunar.
Sebagai contoh, misi NASA pada tahun 2009 berhasil mendeteksi keberadaan es air setelah menabrakkan roket bekas ke wilayah kutub selatan Bulan. Pengamatan terhadap debu yang terlontar dari tabrakan Falcon 9 kali ini diharapkan dapat memberikan data baru mengenai struktur permukaan di sekitar kawah Einstein.

