Konten dari Pengguna

Belajar Dagang Seru! Anak-Anak MI Mambaul Ulum Ciptakan Karya Sendiri

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DANIELA GHINA RAMADHANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa FISIP UB dengan siswa-siswi MI Mambaul Ulum
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa FISIP UB dengan siswa-siswi MI Mambaul Ulum

Desa Sukolilo di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Kelompok 20 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB). Selama satu bulan, kami menjalankan program bertemakan edukasi kewirausahaan.

Sebagian besar warga Desa Sukolilo bekerja sebagai petani dan buruh informal, hidup dalam lingkungan sosial yang sederhana namun memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong yang tinggi. Meski desa ini memiliki banyak potensi, masih minim akses terhadap pendidikan kewirausahaan dan kurangnya pengembangan kreativitas praktis, khususnya di kalangan anak-anak.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kelompok 20 menjalankan dua program kerja di MI Mambaul Ulum, sekolah dasar yang berada di tengah desa. Program ditujukan bagi siswa kelas 4 dan 5 dengan pendekatan interaktif dan praktis agar materi mudah dicerna dan terasa menyenangkan.

Siswa-siswi Kelas 4 MI Mambaul Ulum praktik membuat produk mini

Kelas Berdagang: “Dari Kecil Sudah Bisa Berjualan”

Program pertama mengajarkan dasar-dasar kewirausahaan kepada anak-anak dengan bahasa dan aktivitas yang sesuai usia. Anak-anak diperkenalkan pada cara membuat produk sederhana yang bisa dijual serta belajar teknik dasar negosiasi. Selain teori, mereka juga berlatih simulasi jual beli.

Dalam prosesnya, siswa menghias layang-layang sebagai simbol produk buatan sendiri, agar mereka paham bahwa berdagang bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Mereka dikenalkan pada ide menjual hasil karya pribadi seperti kerajinan tangan, camilan, atau aksesoris.

Siswa-siswi Kelas 5 MI Mambaul Ulum membuat gelang manik-manik dengan Mahasiswa FISIP UB

Kelas Kreativitas: “Ayo Bikin Gelang Manik-Manik”

Program kedua mengajak siswa membuat gelang dari manik-manik. Tujuannya adalah melatih kreativitas dan keterampilan motorik halus, sekaligus memperkenalkan bahwa barang sederhana pun bisa memiliki nilai ekonomi.

Anak-anak tampak antusias dalam memilih warna manik-manik, mengukur lingkar tangan, dan menyusun desain unik mereka sendiri. Setelah selesai, masing-masing diminta mempresentasikan hasil karyanya.

Aktivitas ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tapi juga menanamkan pesan bahwa berdagang bisa dimulai dari hal kecil dan dari karya sendiri. Anak-anak juga diasah untuk lebih percaya diri, berpikir kreatif, dan menghargai hasil karya mereka.

Antusiasme Siswa dan Dukungan Sekolah

Program ini mendapatkan sambutan hangat dari para siswa dan guru di MI Mambaul Ulum. Banyak siswa merasa kegiatan ini memberi pengalaman baru karena sebelumnya mereka belum pernah membuat gelang atau memahami proses jual beli. Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi dan harapan agar program serupa bisa terus dilanjutkan di masa mendatang.

Harapan Keberlanjutan Program

Kelompok 20 FISIP UB berharap kegiatan ini memberi dampak yang berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, kami meninggalkan media edukatif seperti poster berisi panduan “Dari Kecil Sudah Bisa Berjualan”, langkah-langkah membuat gelang, serta materi kewirausahaan dasar yang dapat digunakan oleh guru atau komunitas setempat. Dengan semangat “belajar sambil berkarya”, kami ingin menanamkan nilai bahwa setiap anak memiliki potensi berkembang jika diberi ruang dan dukungan yang tepat. Harapannya, semangat kewirausahaan dan kreativitas ini bisa menjadi bekal menghadapi masa depan yang penuh tantangan.