Konten dari Pengguna

Zero100 vs Nexus: Warnet Mana yang Lebih "Sultan" di Sekitar Mall of Indonesia?

Dave Sebastian

Dave Sebastian

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dave Sebastian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh penulis.
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh penulis.

Industri warnet di Indonesia terus mengalami transformasi. Di kawasan Kelapa Gading, khususnya di sekitar Mall of Indonesia, fenomena ini terlihat jelas melalui kehadiran dua tempat bermain yang menawarkan konsep berbeda, yaitu Nexus PC Bang & Café dan Zero100 PC Café. Keduanya berada di area yang sama, namun menyasar segmen yang tidak sepenuhnya identik. Perbandingan ini bukan soal siapa yang lebih unggul, melainkan soal pengalaman seperti apa yang dicari oleh para pengunjung.

Foto oleh penulis.
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh penulis.

Nexus PC Bang & Café berlokasi di Ruko MOI Blok C No. 47, tepat di seberang Lobby 2. Tempat ini dikelola oleh Manse Korean Grill dan mengusung konsep PC Bang Korea. Nexus buka selama 24 jam, memiliki dua lantai dengan jumlah PC yang banyak, serta menyediakan ruang merokok terpisah di lantai dua sehingga area utama tetap bersih dari asap rokok. Dari sisi perangkat, Nexus menggunakan CPU AMD 5600X, GeForce RTX 3060 Ti, dan SSD NVMe 980 EVO. Beberapa ulasan menyebut RAM telah di-upgrade ke 32GB dan kecepatan internet mencapai 900 Mbps. Keyboard yang digunakan adalah

Blue Switch Aula yang memberikan sensasi mengetik khas gamer. Harga per jamnya Rp15.000, tetapi tersedia paket bernama “Zombie Club” untuk 8 jam seharga Rp49.000, yang jika dihitung hanya sekitar Rp6.000 per jam. Fasilitas yang paling membedakan Nexus adalah kemampuan memesan makanan dan minuman langsung dari layar PC. Karena dikelola oleh Manse Korean Grill, menu yang tersedia adalah makanan Korea seperti odeng, spicy chicken don, mini wonton, hingga Samyang. Saldo akun dapat digunakan untuk bermain sekaligus membeli makanan, dan tidak memiliki masa kedaluwarsa. Nexus juga pernah dipercaya Riot Games sebagai rekan League Unlocked+ pertama di Indonesia untuk menggelar turnamen offline League of Legends.

Foto oleh penulis.

Sementara itu, Zero100 PC Café masih tergolong baru dan informasinya jauh lebih terbatas dibandingkan Nexus. Dari lowongan kerja yang beredar, Zero100 mendeskripsikan dirinya sebagai premium internet café dengan konsep gaming dan F&B modern yang berlokasi di Mall of Indonesia, Kelapa Gading. Dalam lowongan lain, Zero100 menyebut dirinya sebagai Super Premium PC Café dan mencari koki yang memahami sistem dapur fast food yang cepat, efisien, rapih, dan konsisten. Lowongan untuk kitchen staff senior juga menyebut konsep modern cafe dengan layanan makanan cepat saji atau fast casual dining yang menggabungkan pengalaman gaming premium dan kuliner berkualitas. Artinya, setidaknya dari sisi klaim, Zero100 ingin berada satu level di atas warnet premium biasa. Salah satu bukti bahwa Zero100 sudah beroperasi adalah penyelenggaraan AyoDance Party Tour Mei 2026 di lokasinya di MOI. Namun, dari sisi harga, belum ada data resmi. Satu sumber menyebut premium lounge for only 16k per hour dalam konteks Zero100, tetapi ini berasal dari unggahan media sosial yang tidak dapat diverifikasi sebagai harga resmi.

Perbedaan konsep ini membuat keduanya menyasar segmen yang berbeda. Nexus lebih cocok bagi pengunjung yang mencari pengalaman PC Bang Korea yang autentik dan sudah teruji. Tempat ini juga sesuai bagi mereka yang membutuhkan tempat buka 24 jam untuk bermain bersama semalaman, ingin menikmati makanan Korea sambil bermain yang dipesan langsung dari PC, memiliki budget di kisaran Rp6.000 sampai Rp15.000 per jam, serta aktif di komunitas League of Legends atau esports. Zero100 layak dipertimbangkan bagi pengunjung yang mencari suasana super premium dan lebih modern. Tempat ini juga menarik bagi mereka yang peduli pada kualitas makanan yang lebih serius, bukan sekadar menu pendamping. Zero100 cocok pula bagi pengunjung yang ingin mencoba tempat baru yang belum banyak dibahas, atau yang berada di dalam area Mall of Indonesia dan menginginkan akses langsung dari mal.

Persaingan ini menunjukkan bahwa konsep warnet di Indonesia sedang naik kelas. Dahulu, warnet identik dengan ruangan sempit, PC berdebu, dan harga murah. Sekarang, di Kelapa Gading, ada tempat yang menjual pengalaman ala drama Korea, makanan yang dipesan dari layar, dan turnamen esports resmi. Zero100 bahkan mengklaim membawa konsep fast casual dining ke dalam dunia gaming. Ini soal daya beli dan ekspektasi generasi muda yang berubah. Mereka tidak hanya membutuhkan PC kencang, tetapi juga tempat yang nyaman, bersih, dan memiliki suasana yang mendukung. Selama ada dua pemain besar di area yang sama, persaingan ini hanya akan menguntungkan para gamer. Pertanyaannya, apakah pembaca termasuk tim Nexus yang sudah terbukti, atau penasaran dengan Zero100 yang menjanjikan sesuatu yang baru?