Konten dari Pengguna

Pupuk Organik Cair dari Limbah Ketela dan Lele: Inovasi KKN UB di Desa Kayunan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari David Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri dari KKN Kelompok 6 melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) berupa BIOPOCAR (Biokonversi Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan) di Desa Kayunan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri pada 5-6 Juli 2025. Program ini dilaksanakan oleh David Setiawan, Meisya Dwicka Putri, dan Nur Agustina dengan pendampingan dari Ibu Jedda Ayu Inggrida, SP., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan sebagai langkah awal untuk memanfaatkan limbah ketela, rengginang, dan air dari budidaya ikan lele menjadi pupuk organik cair yang sederhana dan ramah lingkungan.

Balai Desa Kayunan. Dokumentasi by: David Setiawan
zoom-in-whitePerbesar
Balai Desa Kayunan. Dokumentasi by: David Setiawan

Desa Kayunan memiliki potensi dari usaha budidaya ikan lele dan produksi kerupuk rengginang, namun aktivitas ini menghasilkan limbah organik yang belum tertangani dengan baik. Kondisi tersebut menimbulkan masalah lingkungan berupa bau tidak sedap dan pencemaran. Pengolahan limbah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui fermentasi diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi penggunaan pupuk kimia, serta mendukung pencapaian SDGs 2 (tanpa kelaparan) dan SDG 12s (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).

Pada Sabtu, 5 Juli 2025, Tim KKN Universitas Brawijaya hadir dalam pertemuan kelompok tani SRI SUBUR MAKMUR yang dilaksanakan di rumah Bapak Hariyanto. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk berbagi pengetahuan mengenai Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan. Dalam sesi tersebut, tim KKN memaparkan pengertian POC, manfaatnya serta cara aplikasinya di lahan pertanian. Materi disampaikan dengan metode Community-Based Learning (CBL) agar anggota kelompok tani dapat memahami konsep sekaligus mempraktikkan teknik pembuatan POC secara langsung dan dilanjutkan dengan post-test dan sesi ini ditutup dengan tanya jawab, di mana Bapak Abdul Gani menyampaikan keinginannya agar POC dapat langsung diterapkan pada lahan jagung miliknya.

Demonstrasi Pembuatan Pupuk POC di Kelompok Tani SRI SUMBER MAKMUR. Dokumentasi by: Prilly Aisyah

Sebagai tindak lanjut, pada Minggu, 6 Juli 2025 tim KKN bersama Bapak Abdul Gani melakukan penerapan Pupuk Organik Cair (POC) di lahan jagung sekaligus memberikan penjelasan tambahan terkait dosis dan cara penggunaannya. Antusiasme warga semakin terlihat saat salah satu peserta meminta salinan modul pembuatan POC, termasuk versi alternatif dengan bahan air leri dan gula merah sebagai pengganti molase.

“Saya sangat antusias dalam penggunaan pupuk POC berbahan dasar limbah perikanan dan limbah Industri keripik ketela dan rengginang, sebelumnya belum pernah terpikir kalo limbah ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk tambahan untuk pertanian dan saya berharap adik adik unibraw bisa bekerja sama kedepannya untuk melanjutkan pembuatan pupuk POC ini” Jelas Bapak Abdul gani selaku salah satu pengurus kelompok tani SRI SUBUR MAKMUR.

Penerapan Pupuk POC di Lahan Pengurus Kelompok Tani. Dokumentasi by: Prilly Aisyah

Pak Kamto selaku BPD Desa kayunan merasa terbantu dengan adanya pemanfaatan Limbah Perikanan dan Limbah Industri Kerupuk Rengginang dan Ketela.

“Saya merasa senang dengan adanya program kerja yang selaras dengan permasalahan yang ada di desa kayunan yaitu limbah. Pemanfaatan limbah ini dapat membantu para pengusaha di Desa kayunan dan menjaga ketersediaan pupuk tambahan untuk petani” Jelasnya

Melalui pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), limbah air ketela, rengginang, dan limbah budidaya ikan lele yang biasanya terbuang kini bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Langkah ini tidak hanya membantu petani menghemat biaya pupuk tetapi juga menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengatasi masalah limbah.