Dari Popularitas ke Tanggung Jawab Digital: Strategi Netflix dalam Mengelola Squid Game 2

Saya adalah Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Davina Alda Fuadiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah membawa perubahan besar dalam industri media penyiaran. Salah satu perubahan tersebut adalah munculnya layanan Over-The-Top (OTT), yaitu layanan penyediaan konten audio, video, dan hiburan melalui jaringan internet tanpa harus bergantung pada sistem penyiaran televisi konvensional. Melalui layanan OTT, masyarakat dapat menikmati berbagai tayangan menggunakan perangkat seperti smartphone, laptop, tablet, maupun smart TV sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang diinginkan.
Salah satu platform yang menggunakan sistem layanan OTT adalah Netflix. Netflix merupakan platform streaming digital yang menyediakan berbagai pilihan konten hiburan, mulai dari film, serial televisi, dokumenter, hingga program original dari berbagai negara. Berbeda dengan televisi konvensional yang memiliki jadwal penayangan tertentu, Netflix memberikan kemudahan kepada pengguna untuk memilih dan menonton konten secara fleksibel melalui sistem on-demand. Hal ini menjadikan Netflix sebagai salah satu contoh perkembangan media penyiaran digital yang menyesuaikan diri dengan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi hiburan.
Salah satu konten yang mendapatkan perhatian masyarakat internasional adalah serial Squid Game 2. Serial asal Korea Selatan ini merupakan kelanjutan dari musim pertamanya yang berhasil menarik perhatian penonton global. Kehadiran Squid Game 2 menjadi contoh bagaimana platform digital mampu mendistribusikan sebuah program kepada audiens dalam skala internasional. Namun, di balik popularitas tersebut, terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan program, terutama berkaitan dengan penyampaian konten, respons pengguna, regulasi, etika, dan penyebaran informasi melalui internet.
Permasalahan tersebut menarik untuk dianalisis menggunakan Modul 11 tentang Faktor Eksternal Pemrograman Televisi, khususnya pembahasan mengenai faktor eksternal pada pemrograman internet. Melalui pendekatan ini, dapat diketahui bagaimana Netflix menghadapi berbagai tantangan sekaligus mempertahankan kualitas dan keberlanjutan konten Squid Game 2.
Permasalahan Program Squid Game 2
Sebagai salah satu konten yang memiliki popularitas tinggi di Netflix, Squid Game 2 menghadirkan sejumlah tantangan dalam pengelolaan program pada media penyiaran digital. Tantangan tersebut berkaitan dengan penyebaran konten, kesesuaian usia penonton, perlindungan hak cipta, respons masyarakat, serta keamanan data pengguna. Beberapa permasalahan yang dapat dianalisis antara lain:
1. Penyebaran Potongan Adegan Tanpa Konteks:
Popularitas serial dapat mendorong pengguna media sosial membagikan cuplikan adegan, termasuk adegan kekerasan, tanpa memberikan penjelasan mengenai konteks cerita. Hal ini berpotensi membuat masyarakat menerima informasi yang tidak utuh mengenai isi program.
2. Perbedaan Usia dan Kesiapan Penonton
Squid Game 2 menghadirkan adegan kekerasan dan situasi permainan yang mengandung unsur berbahaya. Sementara itu, platform digital dapat diakses oleh berbagai kelompok usia. Netflix Indonesia mencantumkan klasifikasi usia 18+ untuk serial ini. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kesesuaian usia penonton menjadi hal yang penting.
3. Penyebaran Konten Melalui Jalur Tidak Resmi
Popularitas serial dapat mendorong munculnya potongan video, unggahan ulang, atau distribusi materi tayangan tanpa izin. Kondisi ini berpotensi berkaitan dengan pelanggaran hak cipta dan merugikan pihak yang memproduksi maupun mendistribusikan karya tersebut.
4. Perbedaan Respons dan Pandangan Masyarakat
Serial yang mengangkat kekerasan, persaingan, dan persoalan kehidupan manusia dapat memperoleh tanggapan yang berbeda dari setiap penonton. Ada penonton yang melihatnya sebagai hiburan dan cerita fiksi, sedangkan sebagian lainnya dapat memiliki perhatian terhadap nilai moral dan dampak tayangan.
5. Perlindungan Data Pengguna
Sebagai platform digital, Netflix menggunakan sistem akun dan layanan personalisasi. Pengelolaan data pengguna menjadi hal yang perlu diperhatikan agar informasi pribadi tetap terlindungi dan tidak disalahgunakan.
Analisis Faktor Eksternal Pemrograman Internet
Pemrograman internet memiliki beberapa faktor eksternal yang memengaruhi penyampaian dan pengelolaan konten. Faktor tersebut meliputi penyampaian konten (Delivery of Content), pemerintah (Government), kelompok penekan (Pressure Groups), Internet Commons, pengumpulan informasi, jaringan Peer-to-Peer, serta kebutuhan pengguna internet.
Berikut penerapannya pada serial Squid Game 2 di Netflix.
1. Penyampaian Konten (Delivery of Content)
Netflix memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menonton Squid Game 2 kapan saja melalui layanan streaming. Namun, cuplikan adegan yang tersebar di media sosial tanpa konteks dapat menimbulkan kesalahpahaman. Solusinya, Netflix perlu menyediakan sinopsis, trailer resmi, peringatan konten, dan klasifikasi usia yang jelas agar penonton memahami isi tayangan sebelum menonton.
2. Pemerintah (Government)
Konten digital tetap harus mengikuti peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam Squid Game 2, adegan kekerasan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan terkait kesesuaian usia penonton. Solusinya, Netflix perlu menerapkan klasifikasi usia secara konsisten serta menyediakan fitur parental controls untuk membatasi akses anak terhadap tayangan yang tidak sesuai.
3. Kelompok Penekan (Pressure Groups)
Kelompok penekan merupakan kelompok masyarakat yang menyampaikan pendapat untuk memengaruhi kebijakan suatu lembaga. Dalam konteks Squid Game 2, kelompok yang peduli terhadap perlindungan anak dapat memberikan perhatian terhadap konten kekerasan. Solusinya, Netflix dapat menerima masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan informasi tayangan dan perlindungan penonton.
4. Pergerakan untuk Internet Commons
Internet commons memungkinkan masyarakat berbagi informasi, pendapat, dan pengalaman melalui internet. Penonton Squid Game 2 dapat membagikan ulasan serta berdiskusi mengenai cerita dan karakter melalui media sosial. Namun, potongan adegan tanpa penjelasan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Netflix dapat menyediakan konten pendukung seperti wawancara pemain, video di balik layar, dan informasi resmi mengenai serial tersebut.
5. Kontroversi atas Pengumpulan Informasi
Sebagai platform digital, Netflix menggunakan akun dan sistem rekomendasi berdasarkan aktivitas pengguna. Hal ini membuat keamanan data pribadi menjadi hal yang perlu diperhatikan. Solusinya, Netflix perlu menjaga keamanan akun, memberikan informasi transparan mengenai penggunaan data, serta menyediakan pengaturan privasi yang mudah dipahami.
6. Bersaing dengan Jaringan Peer-to-Peer
Jaringan Peer-to-Peer memungkinkan pengguna berbagi materi secara langsung. Pada Squid Game 2, popularitas serial dapat mendorong penyebaran episode atau cuplikan melalui situs tidak resmi tanpa izin. Solusinya, Netflix perlu memperkuat perlindungan hak cipta, melakukan pemantauan distribusi konten, serta menyediakan akses melalui kanal resmi.
7. Memberikan Apa yang Diinginkan Pengguna (Give Them What They Want)
Pengguna internet memiliki kebebasan memilih konten sesuai minat masing-masing. Popularitas Squid Game 2 menunjukkan tingginya ketertarikan penonton terhadap cerita yang memiliki konflik kuat dan penuh ketegangan. Namun, kebutuhan penonton berbeda-beda. Oleh karena itu, Netflix dapat melakukan riset melalui ulasan dan tanggapan audiens untuk mempertahankan kualitas konten serta mengembangkan program sesuai minat penonton.
Strategi Penyelesaian Masalah dan Pengembangan Program
Berdasarkan analisis tersebut, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan Netflix:
Meningkatkan kualitas informasi sebelum penayangan dengan memberikan sinopsis, trailer, klasifikasi usia, dan peringatan mengenai adegan tertentu. Hal ini bertujuan agar penonton dapat menentukan tayangan sesuai usia dan kebutuhan masing-masing.
Memperkuat pengawasan terhadap distribusi konten di internet. Netflix dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengurangi penyebaran episode maupun potongan tayangan yang tidak memiliki izin. Langkah ini penting untuk menjaga hak cipta dan menghargai hasil karya para pembuat program.
Memanfaatkan respons audiens sebagai bahan evaluasi. Netflix dapat memperhatikan komentar, ulasan, dan tanggapan penonton untuk mengetahui bagian cerita yang paling menarik perhatian. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengembangkan strategi promosi maupun produksi konten berikutnya.
Meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan platform digital secara bijak. Salah satunya melalui kampanye mengenai pentingnya memperhatikan klasifikasi usia, menghindari penyebaran konten tanpa izin, serta memahami bahwa adegan dalam serial merupakan bagian dari cerita fiksi.
Menjaga keamanan dan privasi pengguna melalui pengelolaan data yang bertanggung jawab. Dengan demikian, penonton dapat menikmati layanan streaming dengan lebih nyaman dan aman.
Melalui strategi tersebut, Netflix dapat mempertahankan kualitas program sekaligus memberikan pengalaman menonton yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Keberhasilan program digital tidak hanya ditentukan oleh kualitas cerita, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti peraturan, respons masyarakat, teknologi, hak cipta, dan kebutuhan pengguna. Squid Game 2 menunjukkan bahwa konten digital dapat menarik perhatian audiens internasional. Namun, popularitas tersebut juga menghadirkan tantangan dalam penyebaran konten, kesesuaian usia, perlindungan hak cipta, dan keamanan data.
