Belajar Sambil Bermain, Tim KKNT IDBU 30 Kenalkan PHBS Pada Siswa SDN 1 Sriwulan
Tulisan dari Deana Zahira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPTEK Bagi Daerah Binaan (IDBU) 30 dari peminatan Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan program kerja monodisiplin bertema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 1 Sriwulan, Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu Senin–Selasa, 27–28 Juli 2026, ini menyasar seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan materi edukasi yang disesuaikan menurut jenjang usia dan tingkat pemahaman siswa.
Program ini digagas sebagai upaya menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak dini, mengingat Desa Sriwulan merupakan salah satu wilayah pesisir yang kerap menghadapi tantangan banjir rob dan pengelolaan sampah. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, mahasiswa berupaya membentuk kebiasaan baik yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi PHBS dirancang secara bertahap dan dikelompokkan menjadi dua jenjang, yaitu kelas rendah (kelas 1–3) dan kelas tinggi (kelas 4–6), dengan topik yang disesuaikan pada tingkat pemahaman masing-masing.
Kegiatan untuk jenjang kelas rendah dilaksanakan pada hari Senin, 27 Juli 2026. Materi difokuskan pada kebiasaan dasar hidup bersih dan sehat yang dapat langsung dipraktikkan siswa dalam keseharian. Siswa kelas 1 diperkenalkan pada cara menjaga kesehatan gigi, termasuk cara menyikat gigi yang benar dan waktu yang tepat untuk melakukannya guna mencegah kerusakan gigi sejak dini.
Siswa kelas 2 diajarkan langkah-langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS) sesuai standar kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit melalui kontak tangan.
Sementara itu, siswa kelas 3 diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kelas serta cara memilah sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang baik.
Sehari setelahnya, yaitu pada Selasa, 28 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan untuk jenjang kelas tinggi dengan materi yang lebih menyentuh aspek pengetahuan dan kesadaran diri siswa. Siswa kelas 4 dikenalkan pada konsep gizi seimbang melalui contoh makanan sehari-hari guna mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Siswa kelas 5 diberikan edukasi awal mengenai perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, disampaikan dengan bahasa yang sesuai untuk anak usia sekolah dasar.
Adapun siswa kelas 6 diberikan pemahaman mengenai bahaya merokok dan dampaknya bagi kesehatan, termasuk risiko paparan asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan metode penyampaian yang komunikatif, seperti media poster, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab, agar siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan. Antusiasme siswa terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, ditandai dengan aktifnya mereka bertanya maupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa.
Pihak SDN 1 Sriwulan menyambut baik kegiatan ini dan berharap edukasi semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat pentingnya penanaman nilai PHBS sejak usia dini sebagai fondasi perilaku hidup sehat di masa depan.
“Anak-anak senang sekali mengikuti kegiatan dari kakak-kakak KKN. Materinya banyak dan semuanya dekat dengan kehidupan sehari-hari, jadi sangat bermanfaat untuk mereka. Cara penyampaiannya juga kreatif karena diselingi permainan dan demonstrasi. Suasana kelas jadi lebih hidup, apalagi yang mengajar wajah-wajah baru, sehingga anak-anak terlihat lebih semangat dan antusias mengikuti pembelajaran dari awal sampai selesai,” ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Sriwulan.
Melalui program kerja monodisiplin ini, mahasiswa KKN berharap siswa SDN 1 Sriwulan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keseharian mereka, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Kegiatan ini turut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah pesisir yang memiliki tantangan lingkungan tersendiri.

